Sabtu, 14 November 2015

Definisi berpikir kritis, definisi berpikir kratif, serta tujuan dan manfaatnya.



Definisi berpikir kritis, definisi berpikir kratif, serta tujuan dan manfaatnya.
A.     Definisi Berpikir Kritis
Sebelum kepada definisi berpikir kritis, alangkah lebih baik untuk mengetahui definisi berpikir dan kritis itu sendiri. Berpikir menurut Dewey dalam Hasan (1995: 190) dimulai apbila seseorang dihadapkan pada sesuatu masalah (perplexity). Ia menghadapi sesuatu yang menghendaki adanya jalan keluar. Situasi yang menghendaki adanya jalan keluar tersebut, mengundang yang bersangkutan untuk memanfaatkan pengetahuan, pemahaman, atau keterampilam yang sudah dimilikinya. Kemudian untuk memanfaatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang sudah dimilikinya, terjadi suatu proses tertentu di otaknya sehingga ia mampu menemukan sesuatu yang tepat dan sesuai untuk digunakan mencari jalan keluar terhadap masalah yang dihadapinya. Dengan demikian yang bersangkutan melakukan proses yang dinamakan berpikir. Dapat dikatakan tidak ada suatu proses berpikir  yang tidak diawali oleh suatu masalah yang dipertanyakan (Hasan, 1995: 190).
Sedangkan kata kritis berasal dari bahasa Yunani yaitu kritikos an kriterion. Kata kritikos  berarti ‘pertimbangan’ sedangkan kriterion mengandung makna ‘ukuran baku’ atau ‘standar’. Sehingga secara  etimologi, kata kritis mengandung makna pertimbangan yang didasarkan pada suatu ukuran baku dan standar. Kritis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sikap tidak lekas percaya, selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan, tajam dalam penganalisan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kritits merupakan suatu sikap atau tindakan dimana seseorang tidak menerima begitu saja apa yang ia dapatkan, namun mempertanyakan kembali sesuatu tersebut, dengan melkaukan pertimbangan-pertimbangan.
Sehingga jika dikaitkan antara definisi berpikir dan definisi kritis, maka berpikir kritis dapat diartikan sebagai suatu proses bagaimana seseorang memanfaatkan pengetahuan, pemahaman, atau keeterampilan yang sudah dimilikinya untuk memecahkan suatu permasalahan dengan memberi pertimbangan dengan menggunakan ukuran atau standar tertentu.
Sedangkan menurut Chaffe (Suriadi, 2006) mendefinisikan berpikir kritis adalah berpikir untuk menyelidiki secara sistematis proses berpikir itu sendiri. Maksudnya, tidak hanya memikirkan dengan sengaja. Tetapi juga meneliti bagaimana kita dan orang lain menggunakan bukti dan logika. Dengan berpikir kritis memungkinkan annak menganalisis pemikiran sendiri untuk memastikan bahwa ia telah menemukan pilihan dan menarik kesimpulan secara cerdas.
Norris mendefinisikan berpikir kritis sebagai pengambilan keputusan secara rasional apa yang diyakini dan dikerjakan. Sedangkan menurut Ennis, berpikir kritis adalah berpikir rasional dan reflektif yang difokuskan pada apa yang diyakini dan dikerjakan. Rasional berarti memiliki keyakinan dan pandangan yang didukung oleh bukti standar, aktual cukup, dan relavan. Dan reflektif berarti mempertimbangkan secara aktif, tekun dan hati-hati segala alternatif sebelum mengambil keputusan.
Menurut Strander (1992) berpikir secara kritis menantang individu untuk menelaah asumsi tentang informasi terbaru dan untuk menginterpretasikan serta mengevaluasi uraian dengan tujuan mencapai kesimpulan atau perspektif baru.
Sehingga dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan suatu tindakan dimana seseorang melakukan pertimbangan dengan keyakinan dan perspektifnya dalam proses berpikirnya. Dengan berpikir kritis seseorang tidak menerima begitu saja informasi yang ia peroleh namun mengevaluasi kembali dan mengemukakan interpretasinya dengan rasionalisasi yang ia miliki.
B.     Definisi Berpikir Kreatif
Menururt Haylock kreativitas secara umum sebagai paham yang secara luas meliputi gaya kognitif, kategori-kategori pekrjaan dan jenis-jenis hasil karya. Cropley mengemukakan paling sedikit ada dua cara dalam menggunakan istilah kreativitas. Pertama kreativitas yang mengacu pada jenis tertentu berpikir atau fungsi mental, atau disebut berpikir divergen. Kedua, kreativitas dipandang sebagai pembuatan prodku-produk yang dianggap kreatif seperti karya seni, arsitektur, atau musik. Dan untuk pembelajaran di sekolah menurut Cropley bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk memperoleh ide-ide khususnya yang asli, bersifa penemuan baru.
Haris dalam artikelnya mengatakan bahwa kreativitas dapat dipandang sebagai suatu  kemampuan, sikap, dan proses. Sebagai suatu kemampuan kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah atau menerapkan kembali ide-ide yang telah ada. Sebagai sikap kreativitas adlah kemampuan diri untuk melihat perubahan dan kebaruan, suatu keinginan untuk bermain dengan ide-ide dan kemungkinan-kemungkinan, kefleksibelan pandangan, sifat menikmati kebaikan, sambil mencari cara untuk memperbaikinya. Sedangkan kreativitas aebagai proses adalah suatu kegiatan terus menerus memperbaikiide-ide dan solusi-solusi dengan membuat perubahan yang bertahap dan memperbaiki karya-karya sebelumnya.
Sehingga dapat disimpulan bahwa berpikir kreatif adalah suatu proses berpikir yang mengahasilkan banyak ide-ide yang berguna dalam menemukan penyelesaian masalah. Pehkonen (1997:65) mendefinisikan berpikir kreatif sebagai kombinasi antara berpikir logis dan berpikir divergen yang didasarkan pada intuisi tetapi msih dalam kesadaran. Berpikir kreatif yaitu dimana seseorang memiliki pandangan lain yang berbeda dari yang telah ada sebelumnya dalam proses berpikirnya. Bepikir kreatif menjadikan seseorang tersebut menceteskan ide-ide baru dalam pemacahan masalah.
C.     Manfaat dan Tujuan Berpikir Kritis
Menurut Ennis (1996) mengemukakan berpikir kritis adalah suatu proses yang bertujuan untuk membuat keputusan rasional  yang diarahkan untuk memutuskan apamah meyakkini atau melakukan sesuatu. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahw atujuan berpikir kritis difokuskan ke dalam pengertian sesuatu yang penuh kedaran mengarah kepada suautu tujuan. Tujuan dari berpikir kritis akhirnya memungkinkan untuk membuat keputusan.
Elaine Johnson (20020 beroendapat bahwa berpikir kritis adalah proses murni kegiatan otak atau mentality yang bertujuan untuk memecahkanmaslah, mengambil keputusan, bertujuan mengajak atau persuasof, menganalisa suatu anggapan, sertamelakukan penelitian ilmiah.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan dari berpikir kritis adalah untuk menemukan kesimpulan dan keputusan yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Beberapa manfaat berpikir kritis diantaranya sebagai berikut:
1.      Memiliki banyak alterbatif jawaban dan ide kreatif
Berpikir kritis dapat melati seseorang memlikikemampuan untuk berpikir jernih dan rasional. Berpikir kritis dapat membuat seseorang memiliki banyak alternatif jawaban serta ide ide kreatif. Artinya seseorang tersebut tidak hanya terpaku pada satu jalan keluar tau penyelesaian , tetapi memiliki banyak pilhan terhadap penyelesaian suatu maslah.
2.      Mudah memahami sudut pandang orang lain
Berpikir kritis membuat pikiran dan otak seseorang menjadi lebih fleksibel, dengan begitu mudah memahami sudut pandang orang lain. Dalamberpendapat atau berpikir tidak kaku dan hanya terpatok pada pemikiran sendiri saja.
3.      Sering menemukan peluang baru
Berpkir kritis dapat membuat pikiran seseorang lebih tajam dalam menganalisa suatu masalah atau keadaan. Situasi ini sangat penting, karena dalam menemukan peluang dibutuhkan pikiran yang tajam serta mampu menganlisa peluang yang ada pada suatu keadaan.
4.      Meminimalkan salah presepsi
Berpikir kritis dapat meminimalkan salah presepsi, dengan berpikir kritis seseorang akan mencari kebenaran akan suatu informasi yang ia dapatkan sehingga ia tidak menerima begitu saja. Hal ini dapat meminimalkan salah presepsi dimana salah presepsi sering ditimbulakan karena seseorang hanya menerima saja informasi yang ia peroleh tanpa mempertanyakan kembali kebenarannya.

Sumber:
Hasan, S. Hamid. 1995.Pendidikan Ilmu Sosial. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik
____. 2015. 7 Manfaat Berpikir Kritis dan Metode Mencapainya. [Online]. Tersedia di http://www.ciputra-uceo.net/blog/2015/3/9/7/7-manfaat-berpikir-kritis-dan-metode-mencapainya
____.2010.Berpikir Kritis (Critical Thinking). [PDF]. Tersedia di http://fk.uns.ac.id/static/file/criticalthinking.pdf
____. 2011. BAB II Kerangka Teoitis, A. Kreativitas dan Berpikir Kreatif. [PDF]. Tersedia di http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Master-22874-809171025/BABII
Lambertus.2009.Pentingnya Melatih Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika di SD. [PDF]. Tersedia di http://forumkependidikan.unsri.ac.id/userfiles/Artikel%20Lambertus-UNHALU-OKE.pdf

0 komentar:

Posting Komentar