Definisi
berpikir kritis, definisi berpikir kratif, serta tujuan dan manfaatnya.
A. Definisi
Berpikir Kritis
Sebelum kepada definisi berpikir kritis, alangkah
lebih baik untuk mengetahui definisi berpikir dan kritis itu sendiri. Berpikir
menurut Dewey dalam Hasan (1995: 190) dimulai apbila seseorang dihadapkan pada
sesuatu masalah (perplexity). Ia
menghadapi sesuatu yang menghendaki adanya jalan keluar. Situasi yang
menghendaki adanya jalan keluar tersebut, mengundang yang bersangkutan untuk
memanfaatkan pengetahuan, pemahaman, atau keterampilam yang sudah dimilikinya.
Kemudian untuk memanfaatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan yang sudah
dimilikinya, terjadi suatu proses tertentu di otaknya sehingga ia mampu
menemukan sesuatu yang tepat dan sesuai untuk digunakan mencari jalan keluar
terhadap masalah yang dihadapinya. Dengan demikian yang bersangkutan melakukan
proses yang dinamakan berpikir. Dapat dikatakan tidak ada suatu proses
berpikir yang tidak diawali oleh suatu
masalah yang dipertanyakan (Hasan, 1995: 190).
Sedangkan kata kritis berasal dari bahasa Yunani
yaitu kritikos an kriterion. Kata kritikos berarti
‘pertimbangan’ sedangkan kriterion mengandung
makna ‘ukuran baku’ atau ‘standar’. Sehingga secara etimologi, kata kritis mengandung makna
pertimbangan yang didasarkan pada suatu ukuran baku dan standar. Kritis menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sikap tidak lekas percaya, selalu berusaha
menemukan kesalahan atau kekeliruan, tajam dalam penganalisan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa kritits merupakan suatu sikap atau tindakan dimana seseorang
tidak menerima begitu saja apa yang ia dapatkan, namun mempertanyakan kembali
sesuatu tersebut, dengan melkaukan pertimbangan-pertimbangan.
Sehingga jika dikaitkan antara definisi berpikir dan
definisi kritis, maka berpikir kritis dapat diartikan sebagai suatu proses
bagaimana seseorang memanfaatkan pengetahuan, pemahaman, atau keeterampilan
yang sudah dimilikinya untuk memecahkan suatu permasalahan dengan memberi
pertimbangan dengan menggunakan ukuran atau standar tertentu.
Sedangkan menurut Chaffe (Suriadi, 2006)
mendefinisikan berpikir kritis adalah berpikir untuk menyelidiki secara
sistematis proses berpikir itu sendiri. Maksudnya, tidak hanya memikirkan
dengan sengaja. Tetapi juga meneliti bagaimana kita dan orang lain menggunakan
bukti dan logika. Dengan berpikir kritis memungkinkan annak menganalisis
pemikiran sendiri untuk memastikan bahwa ia telah menemukan pilihan dan menarik
kesimpulan secara cerdas.
Norris mendefinisikan berpikir kritis sebagai
pengambilan keputusan secara rasional apa yang diyakini dan dikerjakan.
Sedangkan menurut Ennis, berpikir kritis adalah berpikir rasional dan reflektif
yang difokuskan pada apa yang diyakini dan dikerjakan. Rasional berarti
memiliki keyakinan dan pandangan yang didukung oleh bukti standar, aktual
cukup, dan relavan. Dan reflektif berarti mempertimbangkan secara aktif, tekun
dan hati-hati segala alternatif sebelum mengambil keputusan.
Menurut Strander (1992) berpikir secara kritis
menantang individu untuk menelaah asumsi tentang informasi terbaru dan untuk
menginterpretasikan serta mengevaluasi uraian dengan tujuan mencapai kesimpulan
atau perspektif baru.
Sehingga dari definisi-definisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan suatu tindakan dimana seseorang
melakukan pertimbangan dengan keyakinan dan perspektifnya dalam proses
berpikirnya. Dengan berpikir kritis seseorang tidak menerima begitu saja
informasi yang ia peroleh namun mengevaluasi kembali dan mengemukakan
interpretasinya dengan rasionalisasi yang ia miliki.
B. Definisi
Berpikir Kreatif
Menururt Haylock kreativitas secara umum sebagai
paham yang secara luas meliputi gaya kognitif, kategori-kategori pekrjaan dan
jenis-jenis hasil karya. Cropley mengemukakan paling sedikit ada dua cara dalam
menggunakan istilah kreativitas. Pertama kreativitas yang mengacu pada jenis
tertentu berpikir atau fungsi mental, atau disebut berpikir divergen. Kedua,
kreativitas dipandang sebagai pembuatan prodku-produk yang dianggap kreatif
seperti karya seni, arsitektur, atau musik. Dan untuk pembelajaran di sekolah
menurut Cropley bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk memperoleh ide-ide
khususnya yang asli, bersifa penemuan baru.
Haris dalam artikelnya mengatakan bahwa kreativitas
dapat dipandang sebagai suatu kemampuan,
sikap, dan proses. Sebagai suatu kemampuan kreativitas adalah kemampuan untuk
menghasilkan ide-ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah atau menerapkan
kembali ide-ide yang telah ada. Sebagai sikap kreativitas adlah kemampuan diri
untuk melihat perubahan dan kebaruan, suatu keinginan untuk bermain dengan
ide-ide dan kemungkinan-kemungkinan, kefleksibelan pandangan, sifat menikmati
kebaikan, sambil mencari cara untuk memperbaikinya. Sedangkan kreativitas
aebagai proses adalah suatu kegiatan terus menerus memperbaikiide-ide dan
solusi-solusi dengan membuat perubahan yang bertahap dan memperbaiki
karya-karya sebelumnya.
Sehingga dapat disimpulan bahwa berpikir kreatif
adalah suatu proses berpikir yang mengahasilkan banyak ide-ide yang berguna
dalam menemukan penyelesaian masalah. Pehkonen (1997:65) mendefinisikan
berpikir kreatif sebagai kombinasi antara berpikir logis dan berpikir divergen
yang didasarkan pada intuisi tetapi msih dalam kesadaran. Berpikir kreatif
yaitu dimana seseorang memiliki pandangan lain yang berbeda dari yang telah ada
sebelumnya dalam proses berpikirnya. Bepikir kreatif menjadikan seseorang
tersebut menceteskan ide-ide baru dalam pemacahan masalah.
C. Manfaat
dan Tujuan Berpikir Kritis
Menurut
Ennis (1996) mengemukakan berpikir kritis adalah suatu proses yang bertujuan
untuk membuat keputusan rasional yang
diarahkan untuk memutuskan apamah meyakkini atau melakukan sesuatu. Dari
definisi tersebut dapat dikatakan bahw atujuan berpikir kritis difokuskan ke
dalam pengertian sesuatu yang penuh kedaran mengarah kepada suautu tujuan.
Tujuan dari berpikir kritis akhirnya memungkinkan untuk membuat keputusan.
Elaine
Johnson (20020 beroendapat bahwa berpikir kritis adalah proses murni kegiatan
otak atau mentality yang bertujuan untuk memecahkanmaslah, mengambil keputusan,
bertujuan mengajak atau persuasof, menganalisa suatu anggapan, sertamelakukan
penelitian ilmiah.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa tujuan dari berpikir kritis adalah untuk menemukan
kesimpulan dan keputusan yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Beberapa
manfaat berpikir kritis diantaranya sebagai berikut:
1. Memiliki
banyak alterbatif jawaban dan ide kreatif
Berpikir kritis dapat
melati seseorang memlikikemampuan untuk berpikir jernih dan rasional. Berpikir
kritis dapat membuat seseorang memiliki banyak alternatif jawaban serta ide ide
kreatif. Artinya seseorang tersebut tidak hanya terpaku pada satu jalan keluar
tau penyelesaian , tetapi memiliki banyak pilhan terhadap penyelesaian suatu
maslah.
2. Mudah
memahami sudut pandang orang lain
Berpikir kritis membuat
pikiran dan otak seseorang menjadi lebih fleksibel, dengan begitu mudah
memahami sudut pandang orang lain. Dalamberpendapat atau berpikir tidak kaku
dan hanya terpatok pada pemikiran sendiri saja.
3. Sering
menemukan peluang baru
Berpkir kritis dapat
membuat pikiran seseorang lebih tajam dalam menganalisa suatu masalah atau
keadaan. Situasi ini sangat penting, karena dalam menemukan peluang dibutuhkan
pikiran yang tajam serta mampu menganlisa peluang yang ada pada suatu keadaan.
4. Meminimalkan
salah presepsi
Berpikir kritis dapat
meminimalkan salah presepsi, dengan berpikir kritis seseorang akan mencari
kebenaran akan suatu informasi yang ia dapatkan sehingga ia tidak menerima
begitu saja. Hal ini dapat meminimalkan salah presepsi dimana salah presepsi
sering ditimbulakan karena seseorang hanya menerima saja informasi yang ia
peroleh tanpa mempertanyakan kembali kebenarannya.
Sumber:
Hasan,
S. Hamid. 1995.Pendidikan Ilmu Sosial.
Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik
____.
2015. 7 Manfaat Berpikir Kritis dan Metode Mencapainya. [Online]. Tersedia di http://www.ciputra-uceo.net/blog/2015/3/9/7/7-manfaat-berpikir-kritis-dan-metode-mencapainya
____.2010.Berpikir
Kritis (Critical Thinking). [PDF]. Tersedia di http://fk.uns.ac.id/static/file/criticalthinking.pdf
____.
2011. BAB II Kerangka Teoitis, A. Kreativitas dan Berpikir Kreatif. [PDF].
Tersedia di http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Master-22874-809171025/BABII
Lambertus.2009.Pentingnya
Melatih Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika di SD.
[PDF]. Tersedia di http://forumkependidikan.unsri.ac.id/userfiles/Artikel%20Lambertus-UNHALU-OKE.pdf
0 komentar:
Posting Komentar