“Seperti kota Bandung yang sudah lupa bentuk danau purba, seperti diriku yang sudah lupa rasanya jatuh cinta...”
Hiruk pikuk kota yang padat akan
aktifitas manusia. Sungguh membedakan kota bandung kini dan dahulu. Bencana
pernah menghilangkan suatu peradaban yang pernah ada di tempat ini. seiring
berjalan waktu peradaban baru kembali muncul dan terus berkembang. Hingga kini.
Hingga suatu peradaban yang semakin berkembang ini sudah tidak tahu apa itu
hidup selaras dengan alam. Asap kendaraan, pabrik, dan sisa pembakaran lainnya
mengepul di atas langit danau purba ini. membuatnya sudah tidak dapat
dipredikisi lagi kapan ia akan menitikan airnya atau akan memancarkan sengatan
panas mentari.
Tidak seperti dahulu lagi dimana
burung-burung menari menari di langit karena oksigen yang baik. Hasil proses
fotosintesis dedaunan dari berbagai macam tumbuhan di bawah langit itu membuat
para kupu-kupu menari cantik disekitar bunga-bunga yang tumbuh berbagai macam.
Warna kupu-kupu itu berada dengan warna bunga-bunga yang diitarinya sehingga
menghasilkan perpaduan warna yang sangat apik.
Apa aku harus selalu kembali ke
masa lalu untuk merasakan keindahan . Adakah keindahan yang dapat tercipta di
masa yang akan datang? Langit apakah ada?
Seperti aku seperti Langit hanya
tau masa lalu dan masa kini tak tau apa yang akan terjadi di masa depan mari
kita saksikan saja Langit...
.
0 komentar:
Posting Komentar