Selasa, 17 Maret 2015

“Aku bisa melihatmu lebih dekat... (1 Maret 2015)



“Aku bisa melihatmu lebih dekat walaupun masih tetap sangat jauh jarak antara kita... ”
Rasanya ingin aku berteriak, ingin aku berbicara, ingin aku lakukan apa yang ingin aku lakukan padamu. Tapi suasananya berbeda, kini sudah tak memungkinkan lagi. Tersendat saat aku melihatmu. Apa yang ingin aku lakukan, aku tak bisa lakukan.
Langiiiiiittt... rasanya ingin aku berteriak saat aku berada di ketinggian yang tentunya lebih mendekatkanku padamu. Tapi sayang belum sempat aku meneriakimu karena kondisi yang tak memungkinkan.
Berada di laut dangkal 27 juta tahun lalu. Lebih mendekatkanku padamu. Membayangkan kesaksianmu 27 tahun lalu itu langit. Langit, apakah kau masih sama? Apakah kau masih ingat apa yang terjadi 27 tahun lalu itu? Bagaimana perubahannya? Sangat berubahkan? Pasti sangat berubah. Tentunya kadang kau tersenyum saat keadaan di bawah sini lebih baik. Begitu sebaliknya kau akan menangis saat melihat di bawah sini sedang tidak baik. Walaupun dibawah sini. Mereka tak peduli apa yang kau rasakan. Tangismu. Senyummu. Mereka tak tahu. Mereka tak peduli.
Begitupun aku ini. tak langsung memang. Tapi dari kejauhan aku selalu memperhatikannya. Perubahannya. Kondisinya. Apa lebih baik atau lebih buruk. Sama sepertimu aku akan tersenyum atau sebaliknya. Dia mungkin tak peduli, dia mungkintak tau. Tapi akupun tak menuntut dia peduli, akupun tak menuntut dia tau. Cukup kau saja yang tau Langit. Aku mengandalkanmu atas kesaksianmu.
Gunung Tampomas bagian dari Kars Rajamandala itu terus menerus digerus hingga dapat lenyap. Proses penggerusannya dapat berlangsung lama atau cepat.Tergantung teknologi yang digunakan. Dahulu menambang batuan kapur dari gunung itu menggunakan alat sederhana sehingga prosesnya sangat lama hanya dapat diambil sedikit-sedikit saja. Namun sekarang karena adanya kemajuan teknologi mempengaruhi cepatnya proses penambangan batu kapur itu. Contohnya dengan menggunakan dinamit batu itu dapat cepat diambil dengan bongkahan yang besar-besar. lalu diolah untuk kebutuhan masyrakat yang lebih luas lagi. Kemajuan teknologi ini berdampak buruk karena semakin cepat pengeksploitasian batu kapur ini semakin cepat pula akan habis dan tidak ada yang tersisa sebagai bukti peninggalan purbakala. Keasrian dan keindahnya sudah hampir punah.
Andaikan batuan kapur itu kenangan. Dengan alat sederhana atau manual  dapat digerus perlahan-lahan. Tetapi ,aku ingin menemukan “teknologi yang canggih” untuk melenyapkannya. Biarkanlah. Biarkanlah tak ada yang tersisa dari kenangan bagian kars kehidupanku itu. Khususnya gunung kenangan bersama dia. Jika kemajuan teknologi untuk menggerus batuan kapur akan berdampak buruk. Mungkin, “teknologi yang canggih” untuk menggerus kenangan akan berdampak baik. Mungkin. Tapi entahlah langit aku tak bisa meyakini itu. Dan juga aku belum menemukan “teknogi yang canggih” itu.
1 Maret 2015 (Stone Garden)

0 komentar:

Posting Komentar