“Aku bisa melihatmu lebih dekat walaupun
masih tetap sangat jauh jarak antara kita... ”
Rasanya ingin aku berteriak,
ingin aku berbicara, ingin aku lakukan apa yang ingin aku lakukan padamu. Tapi suasananya
berbeda, kini sudah tak memungkinkan lagi. Tersendat saat aku melihatmu. Apa
yang ingin aku lakukan, aku tak bisa lakukan.
Langiiiiiittt... rasanya ingin
aku berteriak saat aku berada di ketinggian yang tentunya lebih mendekatkanku
padamu. Tapi sayang belum sempat aku meneriakimu karena kondisi yang tak
memungkinkan.
Berada di laut dangkal 27 juta
tahun lalu. Lebih mendekatkanku padamu. Membayangkan kesaksianmu 27 tahun lalu
itu langit. Langit, apakah kau masih sama? Apakah kau masih ingat apa yang
terjadi 27 tahun lalu itu? Bagaimana perubahannya? Sangat berubahkan? Pasti
sangat berubah. Tentunya kadang kau tersenyum saat keadaan di bawah sini lebih
baik. Begitu sebaliknya kau akan menangis saat melihat di bawah sini sedang
tidak baik. Walaupun dibawah sini. Mereka tak peduli apa yang kau rasakan.
Tangismu. Senyummu. Mereka tak tahu. Mereka tak peduli.
Begitupun aku ini. tak langsung
memang. Tapi dari kejauhan aku selalu memperhatikannya. Perubahannya.
Kondisinya. Apa lebih baik atau lebih buruk. Sama sepertimu aku akan tersenyum
atau sebaliknya. Dia mungkin tak peduli, dia mungkintak tau. Tapi akupun tak
menuntut dia peduli, akupun tak menuntut dia tau. Cukup kau saja yang tau
Langit. Aku mengandalkanmu atas kesaksianmu.
Gunung Tampomas bagian
dari Kars Rajamandala itu terus menerus digerus hingga dapat lenyap. Proses
penggerusannya dapat berlangsung lama atau cepat.Tergantung teknologi yang
digunakan. Dahulu menambang batuan kapur dari gunung itu menggunakan alat
sederhana sehingga prosesnya sangat lama hanya dapat diambil sedikit-sedikit
saja. Namun sekarang karena adanya kemajuan teknologi mempengaruhi cepatnya
proses penambangan batu kapur itu. Contohnya dengan menggunakan dinamit batu
itu dapat cepat diambil dengan bongkahan yang besar-besar. lalu diolah untuk
kebutuhan masyrakat yang lebih luas lagi. Kemajuan teknologi ini berdampak
buruk karena semakin cepat pengeksploitasian batu kapur ini semakin cepat pula
akan habis dan tidak ada yang tersisa sebagai bukti peninggalan purbakala. Keasrian
dan keindahnya sudah hampir punah.
Andaikan batuan kapur itu
kenangan. Dengan alat sederhana atau manual
dapat digerus perlahan-lahan. Tetapi ,aku ingin menemukan “teknologi
yang canggih” untuk melenyapkannya. Biarkanlah. Biarkanlah tak ada yang tersisa
dari kenangan bagian kars kehidupanku itu. Khususnya gunung kenangan bersama
dia. Jika kemajuan teknologi untuk menggerus batuan kapur akan berdampak buruk.
Mungkin, “teknologi yang canggih” untuk menggerus kenangan akan berdampak baik.
Mungkin. Tapi entahlah langit aku tak bisa meyakini itu. Dan juga aku belum
menemukan “teknogi yang canggih” itu.
1 Maret 2015 (Stone Garden)
0 komentar:
Posting Komentar