Selasa, 17 Maret 2015

‘Tidak perlu banyak kata... (28 Feb 2015)



‘Tidak perlu banyak kata. Karena mulut kadang banyak berdusta. Serahkan semua pada yang bersaksi. Atas apa yang terjadi.’
Langit Danau Purba kembali merintikan airnya. Bahkan langit juga tahu isi hatiku. Menangis. Ya ingin aku menangis saat itu.
Aku tak mau membohongi orangtuaku, mereka yang membiayaiku. Aku akan lebih mengikuti apa kata mereka. Daripada meneruskan hubungan ini...
Hanya itu alasanmu...?
Ya hanya itu.
Masih sayang dan cintakan sama aku..?
Iya.
Oke kalo memang hanya itu alasanmu, aku dukung kamu. Akku bangga memiliki kekasih yang menuruti orangtuanya. Kalo memang Cuma itu dan kamu masih sayang sama aku. Aku akan menunggumu.. “
Lalu sekarang apa yang harus aku katakan? Saat temanku mengatakan bahwa dia sudah memiliki wanita lain. Aku sudah tidak memiliki hak untuk melarangnya. Aku sudah bukan siapa-siapa dia lagi. Langit. Kaulah saksinya tepatnya tiga bulan yang lalu. Saat dia meyakinkanku hanya itu alasannya dia menyudahi hubungan kita. Hanya karena dia tidak mau membohongi orangtuanya.  Dan aku menghargainya. Aku menerima keputusannya karena aku pikir benar hanya itu. Hanya itu Langit. Tapi sekarang ? dia memiliki wanita lain? Lalu? Bagaimana dengan komitmen dia yang tidak mau membohongi orangtuanya? Pantaskah aku masih menunggunya?  Prinsip yang aku hargai itu, sekarang hanya terkenang sebagi dusta belaka.  Langit kuserahkan saja padamu. Karena aku tau kau pasti tau. Apa yang sebenarnya terjadi di bawahmu. Di bawah langit danau purba.

0 komentar:

Posting Komentar