Sabtu, 27 Desember 2014

Penerapan Kurikulum 2013 Hanyalah Masalah Waktu

Penerapan Kurikulum 2013 Hanyalah Masalah Waktu
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Yang dikembangkan dalam  kurikulum 2013 dengan berbasis pada kompetensi ini sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi : (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, mandiri ; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Tujuan Pendidikan Nasional). Sehingga pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional sebagaiman diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2012: 2). Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang dibuatnya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013.
Pergantian Kurikulum 2013 ini menuai berbagai kontroversi oleh berbagai pihak. Dalam hal ini mengenai pelaksanaannya. Perubahan yang terjadi di setiap komponen kurikulum menjadi permasalahan akibat ketidaksiapan berbagai pihak yang terlibat. Perubahan yang dimaksud adalah kompetensi lulusan, materi, proses dan penilaian (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013: 15). Adanya perubahan kurikulum sangat penting dan merupakan suatu tuntutan terutama adalah untuk pengembangan sistem pendidikan untuk mencapai tujuan nasional. Namun disisi lain, perubahan kurikulum juga  membutuhkan kesiapan dalam banyak aspek, seperti masalah kemampuan guru, buku teks, mekanisme pembelajaran, kesiapan sekolah dalam fasilitas dan lain sebagainya (Retnaningsih ,2013). Agar pelaksanaan kurikulum tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat mencapai tujuan.
    Kurikulum 2013 adalah upaya perbaikan kurikulum sebelumnya (KTSP 2006) yang dirancang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh (2009-2014). Pergantian Menteri Pendidikan di tengah-tengah berlakunya kurilukum 2013 berakibat pada pelaksanaan kurikulum 2013 tersebut. Pelaksanaan kurikulum yang baru  berjalan selama satu tahun itu dihentikan sementara oleh Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan (2014-sekarang)  sejak tanggal 5 Desember 2014.
    Menurut Anies, implementasi kurikulum 2013 di lapangan terlalu banyak masalah. Beliau mengatakan kurikulum 2013 belum digarap dengan matang namun dalam pelaksanaannya terlalu tergesa-gesa. Hal ini mengakibatkan guru sebagai instrumen utama pendidikan juga belum siap menggunakan kurikulum baru, imbasnya beban belajar berpindah ke siswa (Republica.co.id , 2013)
Belum selesai kontroversi mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 ditambah lagi kontroversi penghentian kurikulum 2013. Dari berbagai sumber yang penulis dapat, tentunya tanggapan mengenai penghentian ini berbeda-beda. Ada yang pro dan ada yang kontra masing-masing memiliki alasannya tersendiri. Pihak pro mengatakan, jelas kurikulum 2013 harus dihentikan karena masalah kesiapan tenaga pendidik dan berbagai fasilitas untuk pembelajaran. Pihak kontra mengatakan bahwa perubahan kurikulum 2013 memiliki perubahan yang baik dilihat dari konten kurikulum tersebut
     Beberapa pihak yang setuju dijalankannya kurikulum 2013 memberi pendapat bahwa kurikulum 2013 itu sudah baik. Buktinya tidak semua sekolah ingin menghentikan kurikulum 2013. Adanya keinginan sekolah-sekolah yang ingin melanjutkan menjadikan sebuah keputusan bahwa sekolah-sekolah tersebutlah yang menjadi sekolah percontohan penerapan kurikulum 2013 hingga menunggu hasil evaluasi. Sekolah yang melanjutkan kurikulum 2013 adalah sekolah yang sudah menjalankan selama 3 semester. Sedangkan sekolah yang baru menjalankan satu semester dapat kembali ke Kurikulum 2006 (Tribunnew.com, Desember 2014). Namun akibatnya adanya dualisme kurikulum seperti ini menimbulakn pertanyaan baru bagaiman dengan pproses evaluasi belajar siswa? Apakah ujian nasional masih relevan dengan dua kurikulum yang ada?
Berdasarkan dokumen Kemendikbud mengenai struktur dan isi kurikulum, diketahui bahwa terdapat peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi berbagai aspek kompetensi.adanya peningkatan dalam mengukur kemampuan tersebut dirasa baik. Karena proses pembelajaran bukan hanya mengharapkan kompetensi secara struktural melainkan juga mengharapkan peningkatan karakter. Adanya penambahan  jam belajar bagi peserta didik di berbagai jenjang. Tentunya hal ini mempengaruhi sisi psikologis peserta didik maupun tenaga pendidik karena adanya perubahan dalam metode mengajar yang disesuaikan standar kompetensi, standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik serta dengan adanya jam tambahan tentu menambah beban belajar peserta didik. Penambahan jam belajar tersebut menirit saya larena telah disesuaikan dengan metode pmbelajaran (Kementerian Pendidikan dan kebudayaan,2013:23). Pendidik dituntut untuk menghidupkan suasana kelas dengan jam pelajaran yang lebih lama sehingga siswa tidak merasa bosan.
      Menurut Itje Chodidjah Dalam dua tahun terakhir sebagian guru terutama di kota mengaku anak anak lebih senang belajar dengan cara ini karena tidak membosankan. Suasana kelas menjadi lebih hidup. Namun guru merasa kesulitan karena masih belum terbiasa (Nasional.kompas.com, 2014)
Dalam proses pembelajaran pun dapat dilihat bahwa ruang proses pembelajaran tidak hanya terbatas pada ruang kelas melainkan bisa juga di lingkungan sekolah bahkan masyarakat. Hal inilah yang diperlukan oleh siswa. Agar siswa terbiasa terjun ke masyarakat untuk meningkatkan soft skills mereka berinteraksi sosial. Hal ini melatih saat mereka harus berinteraksi langsung ke masyarakat setelah keluar dari pendidikan formalnya. Memperhatikan alam sekitar juga penting. Agar siswa dapat secara langsung melihat kondisi alamnya, secara langsung melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga lingkungannya.
Dalam penilaian hasil belajar pun berdasarkan kompetensi yang dimiliki masing-masing peserta didik, hal ini ditandai adanya pergeseran dari penilaian melalui tes menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Standar proses pun dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta sehingga dalam proses pembelajaran siswalah yang banyak berperan aktif  sehingga guru dituntut untuk menyiapka metode agar siswa tersebut dapat berperan aktif.
      Sehingga menurut saya kurikulum 2013 merupakan suatu inovasi yang baik untuk pengembangan sistem pendidikan di Indonesia untuk mencapai tujuan Nasional. Berbagai kelebihan dari kurikulum sebelumnya menjadi suatu inovasi yang baik untuk menerapkannya pada pendidikan di Indonesia. Seperti juga menurut Kementerian kebudayaan dan Pendidikana Dasar (Kemenbud Dikdasmen) mengklaim siswa akan merugi tanpa kurikulum 2013 ini.  Kemenbud Dikdasmen tersebut mengaku, kurikulum 2013 diperuntukan untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang berkarakter. Dan penghentiaan sementara ini  untuk menyiapkan persiapan generasi bangsa akan memakan waktu lama. Dalam hal ini adalah desain untuk menyiapkan generasi yang berkarakter dan bukan hafalan akan memiliki waktu lama dalam transisinya. Karena kurikulum 2013 ini penekannya pada pembentukan sikap.  Pendidikan karakter menjadi sangat penting karena selama ini pendidikan kurang memperhatikan aspek pengembangan akal dan budi pekerti siswa. Pendidiakn diharapkan menjadi sarana dalam peningkatan derajat dan martabat bangsa Indonesia (Syamsi, 2012)

      Kerugian lainnya mengenai penghentian ini adalah mengenai buku. Karena secara implementasi buku-buku kurikulum 2013 inidiserahkan langsung ke siswa tanpa membebani orang tua (liputan6.com, 2014). Jika menurut Anies Baswedan penerapan kurikulum 2013 ini terlalu tergesa-gesa menurut Rhenald Kasali Guru besar Ilmu  Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia embuatan kurikulum 2013 bukanlah hal yang tergesa-gesa. Mengingat persiapannya sudah dilakukan sejak 2010. Hanya saja memang persiapan tersebutnyalah yang tidak terstruktur sehingga menimbulkan masalah-masalah dalam penerapnnya.
    Walaupun keputusan Anis Bawedan dirasa sudah tepat namun yang disayangkan adalah pemberhentiannya ditengah-tengah semester seharusnya dapat dilakukan di tahun ajaran baru. Inilah yang membuat bingung sekolah-sekolah bagaimana pemberlakuan kurikulum selanjutnya. Penerapan kembali kurikulum 2006 merupakan langkah mundur mantan Mendikbud Mohammad Nuh. Karena menurutnya tidak ada masalah substansial di Kurikulum 2013. Kritik pun muncul dari PGRI, yang menyesalkan penghentian kurikulum 2013 di saat semester sedang berjalan. (kompas.com,2014)
          Masalah utama pelaksanaan Kurikulum 2013 terutama adalah masalah kesiapan guru. Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim perubahan kurikulum tidak akan berjalan baik tanpa didukung guru yang mumpuni. Untuk itu uji kompensi Guru dilakukan sebelum kurikulum baru selesai dibahas. UKG adalah untuk meningkatan kemampuan dan kualitas guru. Selain itu juga untuk meningkatakn kompetensi guru mata pelajaran sekaligus pengajarannya. Menurut Prasetya dan Rivashinta (2011) dalam konteks pembangunan sektor pendidikan, guru merupakan pemegang peran yang sentral dalam proses pendidikan. Untuk dapat melakukan adopsi dan inovasi guru harus mendapatkan program-program pelatihan secara tersistem agar tetap memilii profesionalisme yang tinggi. Kualitas seorang guru dapat diukur dari segi moralitas,sabar dan menguasai bahan pelajaran ketika beradaptadi dengan siswa (Syamsi,2012). Kurikulum 2013 membawa perubahan mendasar peran guru dalam pembelajaran. Secara administratif pemerintah pusat telah menyiapkan perangkat pelaksanaan pembelajaran yang tidak perlu lagi disiapkan oleh guru. Namun demikian, guru dituntut berperan secara aktif sebagai motivator dan fasilitator pembelajaran sehingga siswa akan menjadi pusat belajar. Kendalanya adalah karena tidak semua guru memiliki kompetensi tersebut. Selain itu kesiapan untuk melaksanakan kurikulum relatif singkat sementara perangkatnya belum dilaksanakan secara matang. Untuk merubah mindset guru dari yang hanya bertugas untuk mengajar kepada tuntutan mengarahkan siswa untuk aktif, produktif, kreatif dan berpikir kritis adalah bukan hal yang mudah (Alawiyah, 2014).
        Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum 2013 adalah hanya masalah waktu. Waktu kesiapan guru yang paling utama. Karena gurulah yang menjadi pemeran utama dalam pengimplementasian suatu kurikulum. Peningkatan soft skills guru dan hard skills guru dalam melakukan pembelajaran yang dibutuhkan dalam suatu inovasi kurikulum. Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang baru menjadi faktor utama terselenggaranya suatu perubahan dalam model pembelajaran di Indonesia. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa merubah mindset gurulah yang dirasa sulit. Dimana pada awalnya guru hanya mengajar dan menjadi center dalam pembelajaran lalu diubah menjadi fasilitator dimana kini siswa yang harus menjadi center. Seperti yang diungkapkan oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Sunaryo Kartadinata pada  Kompas bulan Desember 2014 sejauh ini belum ada model pelatihan yang mampu mengubah pola pikir guru. Ini bisa diperbaiki sambil jalan dan sekaligus solusi jangka panjang seperti memperbaiki “pabrik guru”, yakni lembaga pendidikan tenaga kependidikan (nasional.kompas.com , 2014). Terlepas dari guru konservatif yang tidak mau menerima perubahan masih banyak guru-guru muda yang memiliki potensi untuk merubah sistem pengajaran di Indonesia. Generasi guru-guru muda inilah yang kemudian dipersiapkan untuk menciptakan generasi emas Indonesia ditahun-tahun yang akan datang. Selain itu yang diperlu diprhatikan adalah fasilitas sekolah yang berbasis teknologi.
      Terlepas dari permasalah diatas, revisi yang akan dilakukan oleh Kementerian  Kebudayaan, Pendidikan        Dasar dan Menengah haruslah segera dilkukan. Agar tidak menimbulkan masalah baru di dunia pendidikan dasar dan menengah di indonesia saat ini. Revisi dilakukan untuk merubah hal-hal yang dianggap menjadi masalah tanpa merubah aspek-aspek yang sudah dirasa sesuai dan dibutuhkan oleh dunia pendidikan saat ini. Tidak ada kurikulum yang sempurna. Dikutip dari pemaparan Profesor Dadang Supardan bahwa setiap kurilkulum itu baik pada zamannya. Kurikulum 2013 sudah baik pada zaman sekarang ini, dimana Indonesia menjadi bagian dunia Internasional yang terus berkembang. Modernisasi tidak dapat dielakkan. Mempertahankan sikap sesuai dengan norma dan moral budaya Indonesia perlu ditingkatkan. Untuk menjadi tameng adanya pembudayaan asing yang dapat merugikan dan membobrokan nilai dan moral bangsa. Pendidikan berkarakter penting dalam hal ini. Bangsa juga perlu mengetahui dan mempelajari mengenai sejarahnya lebih dalam. Karena kita saat ini adalah bentukan dari masa lampau dan kita saat ini adalah kita yang membentuk masa depan. Dalam kata lain bangsa yang sekarang adalah bentukan dari masa lampau kemudian kita pelajari apa yang salah yang menjadi kita seperti sekarang ini. yang membuat kita baik dapat dipertahankan dan yang membuat kita buruk jangan diulang haruslah diubah untuk pembentukan masa depan yang lebih baik. Perubahan butuh waktu berbagai kendala dapat diperbaiki jika dilakukan pengerjaan yang sungguh-sungguh untuk mengatasinya.


















Daftar Pustaka
Sanjaya, Wina. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group.
 Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Alawiyah, Faridah. 2014. Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. [df]. Tersdia di http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Dr.%2520Kastam%2520Syamsi,%2520M.%2520Ed./Bunga%2520Rampai%2520Isu%2520Pendidikan%2520Aktual.pdf diakses pada 25 Desember 2014.
Ali, Muhammad. 2014. Kerugian Siswa tanpa Kurikulum 2013. [Online]. Tersedia di  http://m.liputan6.com/news/read/2146991/kerugian-siswa-tanpa-kurikulum-2013 diakses pada 25 Desember 2014.
Aulia, Luku. 2014. Dilema kurikulum 2014. [ Online]. Tersdia di http://nasional.kompas.com/read/2014/12/17/13355681/Dilema.Kurikulum.2013 diakses pada 25 Desember 2014
Aquina, Dwifantya. 2014. Kemendikbud Ungkap Permasalahan Kurikulum 2013. [Online]. Tersedia di http://m.news.viva.co.id/news/read/566292-kemendikbud-ungkap-permasalahan-kurikulum-2013 diakses pada 25 Desembar 2014.
Darmaningtyas. 2013. Problematika Implementasi Kurikulum 2013. [Online]. Tersedia di http://m.tempo.co/read/kolom/2013/07/10/762 diakess pada 25 Desember 2014.
Galuh, Bayu. 2014. Sabtu Pagi Smart FM Gelar Diskusi Terkait Penghentian Kurikulum 2013. [Online]. Tersedia di http://nasional.kompas.com/read/2014/12/12/22090611/Sabtu.Pagi.SmartFM.Gelar.Diskusi.terkait.Penghentian.Kurikulum.2013 diakses pada 25 Desember 2014.
Kastam Syamsi, dkk. 2012. Bunga Rampai : Isu Pendidikan Aktual. [Pdf] tersedia di http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/info_singkat/Info%2520Singkat-VI-15-I-P3DI-Agustus-2014-56.pdf diakses pada 25 Desember 2014.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. Dokumen Kurikulum 2013. [Pdf]. Tersedia di  http://kemdikbud.go.id  . diakses pada 10 September 2014.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013. [Pdf].  Tersedia di http://kemdikbud.go.id  diakses pada 22 Februari 2014.
Retnaningsih, Hartini. 2014. Masalah Kurikulum Baru Tahun 2013.  [Pdf]. Tersedia di http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/info_singkat/Info%2520Singkat-IV-24-II-P3DI-Desember2012-10.pdf diakses pada 25 Desember 2014.
Rinaldi, Randa. 2014. Sejumlah Daerah Ingin Lanjut Anies Baswedan tetap Hentikan Kurikulum 2013. [Online]. Tersedia di http://edukasi.kompas.com/read/2014/12/12/21214491/Sejumlah.Daerah.Ingin.Lanjut.Anies.Baswedan.Tetap.Hentikan.Kurikulum.2013 diakses padal 25 Desember 2014.

Senin, 08 Desember 2014

Mendengar ceritanya...

Aku berjalan di bawah langit senja danau purba bersama rintikan hujan dan sebuah lagu dari earphone
Sambil merenung mengingat cerita seorang kawan beberapa menit yang lalu..
Kawanku sedang berbahagia.. baru saja ia temukan seseorang yang ia anggap memiliki kemiripan dengannya. Dan menyayanginya saat ini...
Bukan aku iri karena bahagianya..
Tetapi.. cerita berkebalikan dengan ceritaku...
Saat aku ingin diperkenalkan lebih jauh dengan orang tua kekasihku... saat aku ingin memiliki keluarga baru.. saat aku ingin serius dengannya dan keluarganya.. saat ia memilih pergi karena semua yg aku harapkan adalah suatu larangan
Berbeda dengan temanku.. saat ia berpikir hanya ingin main-main..saat ia tak berpikir dekat dengan keluarga kekasihnya... saat ia tak memikirkan keseriusan dalam hubungnnya..  tetapi kekasihnya  sungguh sungguh pada dia dan mendekatkan kawanku pada orangtuanya...
Mengapa langit... aku hanya ingin berkata mengapa...
Ahh aku tak tau langit... aku tak tau rahasia-Nya kita lihat saja langit apa yg akan terjadi disini...
Di bawah langit danau purba...

Selasa, 02 Desember 2014

Part of Lagu Untuk Sebuah Nama Lyrics by Ebiet G Ade

...
Mengapa aku mesti duduk disini  
Sedang kau tepat didepanku 
Mestinya aku berdiri berjalan kedepanmu  
Kusapa dan kunikmati wajahmu  
Atau kuisyaratkan cinta 
 Tapi semua tak kulakukan  
Kata orang cinta mesti berkorban
Mengapa dadaku mesti bergoncang 
Bila kusebutkan namamu  
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku  
Itu pasti tapi aku tak mau perduli  
Sebab cinta bukan mesti bersatu  
Biar kucumbui bayanganmu  
Dan kusandarkan harapanku 

 Song For The Under of Ancient Lake's Sky Story

My Love lyrics

Westlife – My Love Lyrics

An empty street
An empty house
A hole inside my heart
I’m all alone and the rooms are getting smaller
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together
And oh my love
I’m holding on forever
Reaching for a love that seem so far
Chorus:
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
sumber www.rizkyonline.com
I try to read
I go to work
I’m laughing with my friends
But I can’t stop to keep myself from thinking
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together
And oh my love
I’m holding on forever
Reaching for a love that seem so far
Repeat chorus
To hold you in my arms
To promise you my love
To tell you from the heart
You’re all I’m thinking of
I’m reaching for a love seem so far

Song for The Under of Ancient Lake's Sky Story

Seperti itulah..

Seperti danau purba yang kini telah berubah
Namun langitnya akan tetap sama..
Seperti dirimu yang kini banyak berubah
Namun cintaku akan tetap sama..
Tak usah banyak kata
Karena kadang mulut banyak berdusta
Serahkan saja semua ini
Kepada-Nya yang selalu bersaksi
Cerita di Bawah Langit Danau Purba

Senin, 01 Desember 2014

for the first day

Hallo firstday thanks to God we can meet again..
Although now first day, so different than firstday 1 month ago, until 10 month ago
Ahhh its okay.. im fine for the firstday rightnow
And i wait for firstday later...
Maybe can better.. or not..
Lets see and wait for next surprise from under of ancient lake's sky story

Sabtu, 29 November 2014

Ternyata Begini..

Lihat langit..
Lihat kau saksinyakan..
Bagaimana kesaksianmu kali ini?
Kau melihatnya tidak? Betapa tak acuhnya dia 
Padaku kini
Apa yg hrs aku lakukan kini
 jika suasana nya seperti ini?
Aku tak tahu lagi langit...
Aku akan menyerah saja pada takdir
Aku akan berdiam saja..
Menunggu kelanjutan cerita ini.. 
Cerita dibawah langit danau purba...

Sabtu, 22 November 2014

Yakin kamu june 2014

Tak perlu banyak kata..
Sudah lelah berkata..
Tak semua dapat terungkap dengan kata..
Kata hatiku yakin kamu..
Ingin memelukmu selamanya walau tanpa kata..
Selamat pagi

Sajak Semalam June 2014

Suara gemuruh di langit danau purba
Pecahkan kesunyian di malam tanpa bintang
Jam dinding yg berdetak konsisten, mnunjuk ke arah tengah malam
Mataku masih menatap layar
Membuat sajak selamat malam

Ketika

Ketika danau purba menghembuskan angin malam
Ketika hati dirundung kegalauan
Ketika pikiran dijejali kebingungan..
Ketika mulut ingin menyeruakan teriakan yang tertahan
Ketika air mata tertahan disenyuman
Ketika tawa hanya sekedar pelampiasan
Satu yang aku butuhkan
Suatu energi yang disebut dengan cinta..
Cinta yang tulus seorang kekasih
Dan cinta dari sebuah persahabatan..

Terimakasih yang sesungguhnya Terimakasih

Judul ini bukan menjadi yang kedua dari judul sebelumnya.. Karena semua berbeda..
Tak ada yang sama.. "Terimaksih" yang pertama itu terungkap atas kekecewaan.. Terimakasih yang ini atas dasar cinta dan kebahagiaan..
Aku bahagia, aku senang, merasa mencintai dan dicintai
Terimakasih kamu sayangku.. Saat aku tenggelam dalam kesedihan kau hadir membuat kebahagiaan dan senyuman..
Kau yang kini selalu menjadi sandaranku, dan genggamanku..
"Tidur?" "Ngantuk?" Selalu itu yang kau tanyakan. Enggak kok yaang, aku merasa nyaman aja klo kaya gtu.. :)
Terimakasih, telah hadir.. Dan aku ingin, kau takan pergi.. Dan selalu disini.. Tetap bersamaku, tertawa bersamaku, diam bersamaku, menangis bersamaku, bersenang bersamaku, bersakit bersamaku.. Melewati waktu yang berharga ini bersamaku..
Terimakasih sayaangku telah mencintaiku, apa adanya aku.. Selalu diam dalam kehawatiranmu sebagai wujud sayangmu padaku..
Terimakasih sayangku yang selalu menjadi tempat curahan hatiku..
Terimakasih sayaangku, atas pembelajaran yg kau berikan secara tidak langsung, tentunya untuk kebaikanku kelak di masa yg akan datang
Terimakasih ya sayangku, karena kamu aku selalu bercermin melihat diriku, memperbaiki diri, mncari apa yang harus diperbaiki..
Terimakasih aku ucapkan tak henti2nya padamu..
Terimakasih telah singgah, dan untuk selamanya semoga....
Terimakasih Tuhan, pangeran yang kau kirimkan telah sampai.. Telah dapat membahagiakanku, membuatku tersenyum..dengan kaih sayang dan cintanya
Semogaa Tuhan, dia tak untuk singgah.. Namun memang untukku selamanyaa..
Terimakasih sayangkuu.. Jika kau memiliki do'a yang sama denganku.. Aamiin :*

Hujan Kali Ini 9 June 2014



Demi hujan yang membasahi wajah ini
Demi mentari yang masih ingin bersembunyi
dan pelangi yang menunggu reda hujan kali ini
demi dingin angin, selimuti raga ini
Dan demi diri yang menanti dan mencari pertolongan illahi
Untuk solusi atas apa yang terjadi
Tuhaan damaikanlah hatiku, tenangkanlah jiwaku, sehatkanlah ragaku,lancarkanlah usahaku dalam studiku..
Karena yang terbaik hanya Engkau yang tahu

Cerita dari Danau Purba



Danau purba menjadi saksi lagi
Saat pengorbanan menjadi sia-sia
Saat kenangan kini hanya cerita
Saat yang terkasih kini tiada
Jika ini hanya masalah waktu
Aku akan menunggu
Menunggu disini hanya untukmu
Danau purba?
Mau kah engakau bersaksi kembali ?
Untuk cerita selanjutnya
Cerita yang lebih indah
Saat kita kembali
Kembali untuk merangkai kenangan indah lagi
Kembali menyusun puzzle yang telah tersusun ini
Yang kini sedang tergoyahkan
Kembali berjalan beriringan dengan segala perbedaan
Kan ku tunggu cerita selanjutnya dari danau purba

Materi Sejarah Kelas XI Peminatan


BERANI MENGUBAH : Pentingnya Peran Pemuda untuk Kemajuan Bangsa

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini diharapkan Anda dapat  Mengidentifikasi latar belakang kesadaran Indonesia sebagai suatu bangsa, Menganalisis peran Sumpah Pemuda bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia pada masa itu dan masa kini. Sehingga anda dapat menerapkan karakter bangsa Menjadi pribadi yang baik berdasarkan norma sosial dan agama, memilki jiwa nasionalisme, memiliki kemampuan dan kreativitas yang cerdas, memiliki sikap toleransi, memiliki sikap jujur, berani melawan kesewenang-wenangan,memiliki pemikiran yang visioner.
1. LATAR BELAKANG  PERGERAKAN NASIONAL
Kolonialisme membangkitkan nasionalisme. Interpensi orang-orang Eropa terhadap kehidupan politik, sosial, dan ekonomi negara-negara di wilayah Nusantara menjadikan awal Kolonialisme dan Imperialisme di Nusantara.  Pada tanggal 1 Januari 1800, VOC resmi dibubarkan. Wilayah-wilayah yang menjadi miliknya kini menjadi milik pemerintah Belanda. kebijakan-kebijakan pemerintah Belanda mulai diterapkan di Nusantara yang diberi nama Hindia Belanda. pemberontakan- pemberontakan terjadi karena kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Hindia Belanda pada saat itu.
Hal inilah yang  kemudian menyadarkan masyarakat Indonesia sebagai satu kesatuan.  Mereka harus lepas dari kebijakan-kebijakan para penjajah yang sangat merugikan rakyat denganbertindak sewenang-wenang.
a. Memiliki Lawan Yang Sama
Sistem penjajahan Belanda yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan manusia Indonesia serta sewenang-wenang terhadap warga pribumi telah menyadarkan adanya kolonialisme dan imperialisme Barat. Pemberontakan-pemberontakan terjadi di setiap daerah di Indonesia. Pemberontakan tersebut pada awalnya adalah untuk memepertahankan daerahnya saja. Namun dalam  perkembangannya setiap orang di daerah tersebut menyadari bahwa mereka memiliki musuh yang sama yaitu pemerintahan Belanda.
Lukisan Sisingamangaraja XII berdasarkan lukisan yang dibuat oleh Augustin Sibarani, kemudian tercetak di uang Rp 1.000













Sisingamangaraja XII adalah tokoh perlawanan di Tapanuli. Sisingamangaraja khawatir jika perseberan agama kristen oleh Belanda akan merobohkan struktur tradisional dan kesatuan negeri yang telah lama ada.
Bagaimana menurut Anda mengenai tindakan Sisingamangarja XII tersebut?
Carilah beberapa perlawanan yang dilakukan di berbagai daerah! Pilihlah dari sekian perlawanan tersebut yang kemudian menarik untuk Anda diskusikan di kelas!

b. Kebijakan Belanda “Politik Etis”
Pada awal abad XX, kebijakan penjajahan Belanda mengalami perubahan arah yang paling mendasar. Eksploitasi terhadap Indonesia mulai kurang dijadikan sebagai alasan utama kekuasaan Belanda, kebijakan digantikan dengan pernyataan-pernyataan keprihatinan atas kesejahteraan bangsa Indonesia. Kebijakan ini dinamakan “politik etis”.  Meliputi tiga prinsip yang mendasar yaitu pendidikan, pengairan, dan  perpindahan penduduk.
Dampak politis etis dalam bidang pendidikan  membuka timbulnya lapisan inteligensia muda di berbagai bidang ilmu pengetahuan.  Perkembangan-perkembangan pokok selanjutnya adalah munculnya ide-ide baru mengenai organisasi  serta dikenalnya definisi-definisi baru tentang identitas. Ide baru tentang tentang organisasi meliputi bentuk-bentuk kepemimpinan  yang baru, sedangkan definisi baru mengenai identitas meliputi analisis yang lebih mendalam tentang lingkungan agama, sosial, politik dan ekonomi.
c. Munculnya Organisasi-Organisasi Pemuda
Lahirnya kelompok terpelajar Indonesia yang memperoleh pendidikan Barat memiliki persamaan derajat. Semangat ini yang kemudian berkembang menjadi gerakan politik yang sifatnya nasional. Tindakan pemerintah kolonial yang semakin represif seperti penangkapan tokoh-tokoh nasionalis telah menimbulkan gerakan nasional untuk memperoleh kebebasan berbicara, berpolitik, serta menentukan nasib sendiri tanpa dicampuri pemerintah kolonial Belanda.
Qoutes:
“Semakin kita buta politik, semakin mereka memanfaatkan kebutaan kita”
-Pandji Pragiwaksono
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata “Politik”? beberapa orang pasti menjawab. Bahwa politik itu kotor. Tapi bagaimana akibatnya jika pemuda buta politik? Kemukakan pendapat Anda!


2.  GERAKAN DAN ORGANISASI-ORGANISASI PEMUDA
Budi Utomo
Organisasi ini lahir di Batavia pada tanggal 20 Mei 1908 (Hari Kebangkitan Nasional) atas prakarsa dari mahasiswa-mahasiswa S.T.O.V.I.A (School Tot Opleiding van Indische Arsten). Organisasi ini muncul karena dilatarbelakangi oleh inisiatif Dr. Wahidin Sudirohusodo yang bangkit untuk memberikan pengajaran kepada orang Jawa dengan menghimpun dana dari tiap daerah di Jawa (study found).
Tokoh-tokoh:
·         Dr Wahidin Sudirohusodo
·         dr Sutomo
·         Tjipto Mangunkusumo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHSwT36J-cFjcgiYaVWagHkevAx1ow65vwIZrxtgAfZsc7XXwtlmf9Gh2_GQE3tPyx7vjplq_52jF6HraHvcju0njZhOZHE3gKcqDKsb11jVINYFq5yBAwtpu9L7pFF4OZAaEhZUwoeaZX/s1600/soetomo+wpap.jpg

Organisasi ini bersifat kedaerahan (etnosentris) hanya ditujukan untuk mahasiswa Jawa ataupun kalangan priyayi Jawa sehingga kurang mendapatkan tempat di hati orang Indonesia pada waktu itu. Pergerakan organisasi ini koopertif, melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah kolonial Belanda.

Sarekat Dagang Islam
Organisasi ini dibentuk di kota Solo oleh pedagang batik yaitu Haji Samanhudi pada tahun 1911. Organisasi ini bersifat nationalistis-democratis-religieus-economis. Latar belakang muncul dan berkembangnya SDI ini adalah:
·         Perdagangan bangsa Tionghoa adalah suatu halangan buat perdagangan Indonesia karena monopoli bahan batik, ditambah pula dengan tingkah laku sombong dari bangsa Tionghoa sesudah revolusi di Tiongkok
·         Kemajuan gerak langkah penyebaran agama Kristen dan juga ucapan-ucapan yang menghina dalam parlemen Negeri belanda tentang tipisnya kepercayaan agama bangsa Indonesia
·         Cara adat lama yang terus dipakai di daerah kerajaan-kerajaan Jawa, makin lama makin dirasakan sebagai penghinaan terhadap umat Islam
Nama SDI dirubah menjadi Sarekat Islam (SI) dengan tujuan untuk memperluas daerah pergerakan supaya tidak terbatas pada golongan pedagang saja. Anggaran Dasar SI menyebutkan tujuan dari Sarekat Islam :
“Mencapai kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan, persatuan dan tolong menolong diantara kaum Muslimin semuanya. “
“memajukan semangat dagang bangsa Indonesia, memajukan kecerdasan rakyat dan hidup menurut perintah agama, menghilangkan faham-faham keliru tentang agama Islam.”
Sifat pergerakan dari SI ini adalah kooperatif dan tidak bereaksi melawan pemerintah Belanda. Walaupun begitu, dengan agama Islam sebagai lambang persatuan. (Kongres Sarekat Islam I 26 Januari 1913 di Surabaya).
SI adalah organisasi kerakyatan dan hanya diperuntukan bagi rakyat biasa, pegawai pemerintah Belanda tidak diperbolehkan menjadi anggota. Anggota haruslah rakyat biasa yang beragama Islam dan orang pribumi (Kongres Sarekat Islam II di Solo).
Dalam tahun 1915 di Surabaya didirikan Central Sarekat Islam (C.S.I) dengan tujuan untuk memajukan dan membantu S.I daerah, mengadakan dan memelihara perhubungan dan pekerjaan berasama.  
Kongres Nasional S.I ke 3 di Surabaya (29 September-6 Oktober 1918) telah merubah haluan pergerakan menjadi cenderung kiri yang membela kaum buruh dan menentang kapitalisme. Dalam kongres ini diputuskan bahwa S.I menentang pemerintah sepanjang tindakannya melindungi kapitalisme; pegawai negeri Indonesia dikatakan adalah alat, penyokong kepentingan kapitalis. Selain itu S.I juga menuntut mengadakan peraturan-peraturan sosial guna kaum buruh, untuk mencegah penindasan dan perbuatan kesewenang-wenangan (upah minimum, maksimum waktu kerja dl). Ini ditimbulkan karena adanya infiltrasi orang-orang berfaham sosialis seperti Alimin, Semaun, Darsono, Tan Malaka dan lainnya yang berasal dari Indische Social Democratische Vereeniging (I.S.D.V) yang nantinya berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (P.K.I) yang masuk menjadi anggota S.I. Dengan sifat pergerakan yang berubah, maka S.I sangat terbuka kepada orang-orang yang berfaham kiri untuk menjadi anggota bahkan menjadi pengurusnya. Sehingga timbul reaksi dari anggota S.I lain untuk membersihkan S.I dari unsur-unsur sosialis komunis lewat Kongres Nasional S.I ke 6 di Surabaya (10 Oktober 1921) dipimpin oleh Tjokroaminoto untuk membentuk disiplin partai dengan menyamakan dasar perjuangan. Oleh karena itu maka orang tidak mungkin lagi menjadi anggota S.I sekaligus mejadi anggota P.K.I.

Indische Partij
Organisasi ini didirikan di Bandung atas prakarsa tiga tokoh populer yang biasa disebut tiga serangkai yaitu Douwes Dekker (Setyabudi Danudirjo), dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Sifat dari organisasi ini radikal dan progresif dengan menyatakan sebagai partai politik.
Keanggotaan Indische Partij adalah terbuka untuk semua golongan baik orang Eropa dan keturunannya yang tinggal di Hindia Belanda (Indo), orang Belanda keturunannya (Indo), orang Tionghoa dan keturunannya dan orang pribumi.
Tujuan : Indie Merdeka
Dasar : National Indie
Semboyan : Indie untuk Indier
Bendera : warna dasar hitam (menunjukan warna kulit orang Indonesia), satu pojoknya diberi garis-garis hijau (yang berarti pengharapan baik dimasa mendatang), merah (yang berarti keberanian) dan biru (yang berarti kesetiaan)
Dikarenakan sifat dari pergerakan ini radikal, maka pemerintahan kolonial membuang (mengasingkan) ke tiga tokohnya dengan tuduhan akan mengadakan pemberontakan pada bulan Agustus 1913.
·         Douwes Dekker diasingkan ke Timor Kupang
·         Tjipto Mangunkusumo diasingkan ke Banda
·         Suwardi Suryaningrat diasingkan ke Bangka
Namun ketiganya meminta untuk diasingkan ke negeri Belanda, permintaan ini dikabulkan oleh pemerintah Belanda.
Recomended
 http://pandji.com
Buku “Berani Mengubah”karya Pandji Pragiwaksono ini sangat baik dibaca oleh Anda. Buku ini memotivasi pemuda Indonesia untuk melakukan perubahan. Salah satu judul bab di buku ini adalah  “bersatu bukan jadi satu”. Setelah melihat judul bab yang terdapat di buku tersebut coba Anda komentari judul bab “ bersatu bukan jadi satu” itu? Kaitkanlah hal tersebut dengan materi dalam bab ini!


Organisasi-organisasi kedaerahan lainnya
Pada  masa sesudah sekitar tahun 1909, di seluruh Indonesia banyak bermunculan organisasi-organisasi baru di kalangan elite terpelajar, yang sebagian besar didasarkan atas identitas-identitas kesukuan.  Para mahasiswa STOVIA di Batavia, tempat Budi Utomo lahir pada 1908, juga menghasilkan organisasi-organisasi, meliputi Tri Koro Dharmo (1915) yang di tahun 1918 menjadi Jong Java “pemuda Jawa” , Jong Sumatranen Bond (1917), Studerenden Vereeniging Minahasa (1918), dan Jong Ambon (1918). Organisasi-organisasi lain yang semacam itu terdiri atas Sarekat Ambon (1920), Pasundan (1914). Organisasi-organisasi tersebut bersifat radikal yaitu bergerak hanya untuk kepentingan melindungi daerahnya masing-masing. Organisasi-organisasi tersebut dan kelompok lainnya, tidak hanya mencerminkan adanya kegairahan baru untuk berorganisasi, tetapi juga mencerminkan kuatnya identitas-identitas kesukuan dan kemasyarakatan yang terus berlangsung.
3. LAHIRNYA SUMPAH PEMUDA
Perkumpulan pemuda didirikan juga untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia. pada 7 Maret 1915 perkumpulan pemuda pertama adalah Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia). Cinta tanah air menjadi dorongan bagi berdirinya organisasi ini. organisasi ini kemudian diganti namanya menjadi Jong Java yang orientasinya lebih luas dari sekedar organisasi daerah. Lalu kemudian seiring berkembangnya rasa nasionalisme kegiatan Jong java beralih ke politik. Dalam kongres yang dilakukan di Solo pada tahun 1926, organisasi ini memiliki anggaran dasar yang menyebutkan ingin menghidupkan rasa persatuan dengan seluruh bangsa Indonesia dan bekerjasama dengan semua organisasi pemuda yang ada guna membentuk kesatuan Indonesia.

Pada Kongres Pemuda I, mei 1926 untuk pertama kalinya beberapa organisasi pemuda berhasil dikumpulkan dalam sebuah kongres. Kongres ini dipimpin oleh M. Tabrani  yang dihadiri Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Batak dan Jong Islamieten Bond. Dalam kongres ini mereka telah sepakat untuk persatuan. Barulah pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II semua organisasi pemuda menjadi kekuatan nasional.kesepatan tersebut diikuti dengan ikrar yang dinamai Sumpah Pemuda yang isinya mewakili keinginan bersatu yaitu menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.
Museum Sumpah Pemuda ini terletak di kawasan senen tepatnya di Jl.Kramat Raya No.106 Jakarta Pusat.Lletak museum ini diapit pertokoan dan bangunan lainnya. Museum sumpah pemuda buka dari selasa-jumat 08.00-15.00 WIB untuk hari senin dan minggu 08.00-14.00 WIB sedang khusus hari sabtu dan hari libur nasional museum ini libur.
Jika Anda berkesempatan mengunjungi museum ini, amatilah diorama-diorama yang ada di dalamnya. Kemukakan pendapat Anda! Bagaimana menurut Anda? Apakah diorama-diorama tersebut cukup membantu mengkomunikasikan suasana Kongres Pemuda II pada saat itu?





Text Box: Diorama



 



















Pada waktu Kongres Pemuda II berlangsung, dimunculkan suasana merah putih dengan iringan lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman.
Sumpah Pemuda ini merupakan sebuah momentum yang sangat penting karena sejak saat itu telah timbul suatu perasaan kebangsaan dan perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan semakin nyata. Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah Pemuda mendorong organisasi pergerakan nasional yang bersifat politik untuk bersatu melawan pemerintah Hindia Belanda.
Dengan keyakinan bahwa perjuangan yang dilakukan bersama akan lebih mudah untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia.

Tawuran antar pelajar SMA dewasa ini sudah tidak asing lagi terjadi di tanah air. Pelajar SMA tersebut berkelahi hanya karena masalah yang kecil yang kemudian dibesar-besarkan atas nama solidaritas. Pertanyaannya apakah benar hal demikian dapat dikatakan solidaritas. Tidak sedikit peajar tingkat menengah pertama maupun atas yang terlibat kasus kriminal lainnya. Seperti narkoba, ataupun keterlibatan mereka dalam aksi geng motor yang cenderung melakukan tindak kriminal. Apakah hal yang demikian dapat mencerminkan seorang pelajar yang seharusnya menjadi  agent of change”  ( agen perubahan) untuk membangun Indonesia menjadi lebih maju. Belajar dari masa lalu penting untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kesadaran masyarakat Indonesia pada saat itu untuk membangun sebuah bangsa dan negara yang bebas dari penjajahan tak lepas dari peran pemuda. Kini apa yang Anda dapat lakukan di Abad ke-21 ini untuk membangun Indonesia?





Wh
Daftar Pustaka
________.2011. Melihat Jejak Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda.[Online]. Tersedia di https://pecintawisata.wordpress.com/tag/museum-sumpah-pemuda/  diakses  11 November 2014
Hakim, Cecep Lukmanul. 2011. Ringkasan Materi Sejarah Kelas XI IPS Semester 2.[Online]. Tersedia di http://ilmuhumaniora.blogspot.com/2011/04/ringkasan-materi-sejarah-kelas-xi-ips.html diakses 11 November 2014
Pragiwaksono, Pandji. 2013. BERANI MENGUBAH.  Yogyakarta: Bentang
Ricklefs, M.C. 2008. SEJARAH INDONESIA MODERN 1200-2008. Jakarta : Serambi
Supriatna, Nana. 2014. Advanced Learning History 2 Social Sciences Programme. Bandung: Grafindo Media Pratama