BERANI MENGUBAH : Pentingnya
Peran Pemuda untuk Kemajuan Bangsa
Tujuan Pembelajaran
Setelah
mempelajari bab ini diharapkan Anda dapat
Mengidentifikasi latar belakang kesadaran Indonesia sebagai suatu
bangsa, Menganalisis peran Sumpah Pemuda bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia
pada masa itu dan masa kini. Sehingga anda dapat menerapkan karakter bangsa
Menjadi pribadi yang baik berdasarkan norma sosial dan agama, memilki jiwa
nasionalisme, memiliki kemampuan dan kreativitas yang cerdas, memiliki sikap
toleransi, memiliki sikap jujur, berani melawan kesewenang-wenangan,memiliki
pemikiran yang visioner.
1. LATAR BELAKANG
PERGERAKAN NASIONAL
Kolonialisme
membangkitkan nasionalisme. Interpensi orang-orang Eropa terhadap kehidupan politik,
sosial, dan ekonomi negara-negara di wilayah Nusantara menjadikan awal
Kolonialisme dan Imperialisme di Nusantara.
Pada tanggal 1 Januari 1800, VOC resmi dibubarkan. Wilayah-wilayah yang
menjadi miliknya kini menjadi milik pemerintah Belanda. kebijakan-kebijakan
pemerintah Belanda mulai diterapkan di Nusantara yang diberi nama Hindia
Belanda. pemberontakan- pemberontakan terjadi karena kebijakan-kebijakan yang
tidak sesuai dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Hindia Belanda pada
saat itu.
Hal
inilah yang kemudian menyadarkan
masyarakat Indonesia sebagai satu kesatuan.
Mereka harus lepas dari kebijakan-kebijakan para penjajah yang sangat
merugikan rakyat denganbertindak sewenang-wenang.
a. Memiliki Lawan Yang Sama
Sistem
penjajahan Belanda yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan manusia
Indonesia serta sewenang-wenang terhadap warga pribumi telah menyadarkan adanya
kolonialisme dan imperialisme Barat. Pemberontakan-pemberontakan terjadi di
setiap daerah di Indonesia. Pemberontakan tersebut pada awalnya adalah untuk
memepertahankan daerahnya saja. Namun dalam perkembangannya setiap orang di daerah
tersebut menyadari bahwa mereka memiliki musuh yang sama yaitu pemerintahan
Belanda.

Sisingamangaraja
XII adalah tokoh perlawanan di Tapanuli. Sisingamangaraja khawatir jika
perseberan agama kristen oleh Belanda akan merobohkan struktur tradisional dan kesatuan negeri yang telah lama
ada.
Bagaimana
menurut Anda mengenai tindakan Sisingamangarja XII tersebut?
Carilah
beberapa perlawanan yang dilakukan di berbagai daerah! Pilihlah dari sekian
perlawanan tersebut yang kemudian menarik untuk Anda diskusikan di kelas!
b. Kebijakan Belanda “Politik Etis”
Pada
awal abad XX, kebijakan penjajahan Belanda mengalami perubahan arah yang paling
mendasar. Eksploitasi terhadap Indonesia mulai kurang dijadikan sebagai alasan
utama kekuasaan Belanda, kebijakan digantikan dengan pernyataan-pernyataan
keprihatinan atas kesejahteraan bangsa Indonesia. Kebijakan ini dinamakan
“politik etis”. Meliputi tiga prinsip
yang mendasar yaitu pendidikan, pengairan, dan
perpindahan penduduk.
Dampak
politis etis dalam bidang pendidikan
membuka timbulnya lapisan inteligensia muda di berbagai bidang ilmu
pengetahuan. Perkembangan-perkembangan
pokok selanjutnya adalah munculnya ide-ide baru mengenai organisasi serta dikenalnya definisi-definisi baru
tentang identitas. Ide baru tentang tentang organisasi meliputi bentuk-bentuk
kepemimpinan yang baru, sedangkan
definisi baru mengenai identitas meliputi analisis yang lebih mendalam tentang
lingkungan agama, sosial, politik dan ekonomi.
c. Munculnya Organisasi-Organisasi
Pemuda
Lahirnya
kelompok terpelajar Indonesia yang memperoleh pendidikan Barat memiliki
persamaan derajat. Semangat ini yang kemudian berkembang menjadi gerakan
politik yang sifatnya nasional. Tindakan pemerintah kolonial yang semakin
represif seperti penangkapan tokoh-tokoh nasionalis telah menimbulkan gerakan
nasional untuk memperoleh kebebasan berbicara, berpolitik, serta menentukan
nasib sendiri tanpa dicampuri pemerintah kolonial Belanda.
Qoutes:
“Semakin
kita buta politik, semakin mereka memanfaatkan kebutaan kita”
-Pandji
Pragiwaksono
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar
kata “Politik”? beberapa orang pasti menjawab. Bahwa politik itu kotor. Tapi
bagaimana akibatnya jika pemuda buta politik? Kemukakan pendapat Anda!
2. GERAKAN DAN ORGANISASI-ORGANISASI PEMUDA
Budi Utomo
Organisasi ini lahir di Batavia pada
tanggal 20 Mei 1908 (Hari Kebangkitan Nasional) atas prakarsa dari
mahasiswa-mahasiswa S.T.O.V.I.A (School Tot Opleiding van Indische Arsten).
Organisasi ini muncul karena dilatarbelakangi oleh inisiatif Dr. Wahidin
Sudirohusodo yang bangkit untuk memberikan pengajaran kepada orang Jawa dengan
menghimpun dana dari tiap daerah di Jawa (study
found).
Tokoh-tokoh:
·
Dr Wahidin Sudirohusodo
·
dr Sutomo
·
Tjipto Mangunkusumo

Organisasi ini bersifat kedaerahan
(etnosentris) hanya ditujukan untuk mahasiswa Jawa ataupun kalangan priyayi
Jawa sehingga kurang mendapatkan tempat di hati orang Indonesia pada waktu itu.
Pergerakan organisasi ini koopertif, melakukan kerjasama dengan pihak
pemerintah kolonial Belanda.
Sarekat Dagang Islam
Organisasi ini dibentuk di kota Solo
oleh pedagang batik yaitu Haji Samanhudi pada tahun 1911. Organisasi ini bersifat nationalistis-democratis-religieus-economis.
Latar belakang muncul dan berkembangnya SDI ini adalah:
·
Perdagangan bangsa Tionghoa adalah suatu halangan buat perdagangan Indonesia
karena monopoli bahan batik, ditambah pula dengan tingkah laku sombong dari
bangsa Tionghoa sesudah revolusi di Tiongkok
·
Kemajuan gerak langkah penyebaran agama Kristen dan juga ucapan-ucapan yang
menghina dalam parlemen Negeri belanda tentang tipisnya kepercayaan agama
bangsa Indonesia
·
Cara adat lama yang terus dipakai di daerah kerajaan-kerajaan Jawa, makin lama
makin dirasakan sebagai penghinaan terhadap umat Islam
Nama SDI dirubah menjadi Sarekat
Islam (SI) dengan tujuan untuk memperluas daerah pergerakan supaya tidak
terbatas pada golongan pedagang saja. Anggaran Dasar SI menyebutkan tujuan dari Sarekat Islam :
“Mencapai kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan
persaudaraan, persatuan dan tolong menolong diantara kaum Muslimin semuanya. “
“memajukan semangat dagang bangsa Indonesia, memajukan
kecerdasan rakyat dan hidup menurut perintah agama, menghilangkan faham-faham
keliru tentang agama Islam.”
Sifat pergerakan dari SI ini adalah kooperatif dan
tidak bereaksi melawan pemerintah Belanda. Walaupun begitu, dengan agama Islam
sebagai lambang persatuan. (Kongres
Sarekat Islam I 26 Januari 1913 di Surabaya).
SI adalah organisasi kerakyatan dan hanya diperuntukan bagi rakyat
biasa, pegawai pemerintah Belanda tidak diperbolehkan menjadi anggota. Anggota
haruslah rakyat biasa yang beragama Islam dan orang pribumi (Kongres Sarekat Islam II di Solo).
Dalam tahun 1915 di Surabaya
didirikan Central Sarekat Islam (C.S.I)
dengan tujuan untuk memajukan dan membantu S.I daerah, mengadakan dan
memelihara perhubungan dan pekerjaan berasama.
Kongres Nasional S.I ke 3 di Surabaya (29 September-6 Oktober
1918) telah merubah haluan pergerakan menjadi cenderung kiri yang membela kaum
buruh dan menentang kapitalisme. Dalam kongres ini diputuskan bahwa S.I
menentang pemerintah sepanjang tindakannya melindungi kapitalisme; pegawai
negeri Indonesia dikatakan adalah alat, penyokong kepentingan kapitalis. Selain
itu S.I juga menuntut mengadakan peraturan-peraturan sosial guna kaum buruh,
untuk mencegah penindasan dan perbuatan kesewenang-wenangan (upah minimum,
maksimum waktu kerja dl). Ini ditimbulkan karena adanya infiltrasi orang-orang
berfaham sosialis seperti Alimin, Semaun, Darsono, Tan Malaka dan lainnya yang
berasal dari Indische Social Democratische Vereeniging (I.S.D.V) yang
nantinya berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (P.K.I) yang masuk menjadi
anggota S.I. Dengan sifat pergerakan yang berubah, maka S.I sangat terbuka
kepada orang-orang yang berfaham kiri untuk menjadi anggota bahkan menjadi
pengurusnya. Sehingga timbul reaksi dari anggota S.I lain untuk membersihkan
S.I dari unsur-unsur sosialis komunis lewat Kongres Nasional S.I ke 6 di Surabaya (10 Oktober 1921) dipimpin
oleh Tjokroaminoto untuk membentuk disiplin partai dengan menyamakan dasar
perjuangan. Oleh karena itu maka orang tidak mungkin lagi menjadi anggota S.I
sekaligus mejadi anggota P.K.I.
Indische Partij
Organisasi ini didirikan di Bandung
atas prakarsa tiga tokoh populer yang biasa disebut tiga serangkai yaitu Douwes
Dekker (Setyabudi Danudirjo), dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat
(Ki Hajar Dewantara). Sifat dari organisasi ini radikal dan progresif
dengan menyatakan sebagai partai politik.
Keanggotaan Indische Partij adalah terbuka untuk semua golongan
baik orang Eropa dan keturunannya yang tinggal di Hindia Belanda (Indo), orang
Belanda keturunannya (Indo), orang Tionghoa dan keturunannya dan orang pribumi.
Tujuan : Indie
Merdeka
Dasar : National
Indie
Semboyan : Indie
untuk Indier
Bendera : warna
dasar hitam (menunjukan warna kulit orang Indonesia), satu pojoknya diberi
garis-garis hijau (yang berarti pengharapan baik dimasa mendatang), merah (yang
berarti keberanian) dan biru (yang berarti kesetiaan)
Dikarenakan sifat dari pergerakan ini radikal, maka
pemerintahan kolonial membuang (mengasingkan) ke tiga tokohnya dengan tuduhan
akan mengadakan pemberontakan pada bulan Agustus 1913.
·
Douwes Dekker diasingkan ke Timor Kupang
·
Tjipto Mangunkusumo diasingkan ke Banda
·
Suwardi Suryaningrat diasingkan ke Bangka
Namun ketiganya meminta untuk diasingkan ke negeri
Belanda, permintaan ini dikabulkan oleh pemerintah Belanda.
Recomended
http://pandji.com
Buku “Berani Mengubah”karya Pandji Pragiwaksono
ini sangat baik dibaca oleh Anda. Buku ini memotivasi pemuda Indonesia untuk
melakukan perubahan. Salah satu judul bab di buku ini adalah “bersatu bukan jadi satu”. Setelah melihat
judul bab yang terdapat di buku tersebut coba Anda komentari judul bab “
bersatu bukan jadi satu” itu? Kaitkanlah hal tersebut dengan materi dalam bab
ini!
Organisasi-organisasi kedaerahan
lainnya
Pada masa sesudah sekitar tahun 1909, di seluruh Indonesia
banyak bermunculan organisasi-organisasi baru di kalangan elite terpelajar,
yang sebagian besar didasarkan atas identitas-identitas kesukuan. Para mahasiswa STOVIA di Batavia, tempat Budi
Utomo lahir pada 1908, juga menghasilkan organisasi-organisasi, meliputi Tri
Koro Dharmo (1915) yang di tahun 1918 menjadi Jong Java “pemuda Jawa” , Jong
Sumatranen Bond (1917), Studerenden Vereeniging Minahasa (1918), dan Jong Ambon
(1918). Organisasi-organisasi lain yang semacam itu terdiri atas Sarekat Ambon (1920),
Pasundan (1914). Organisasi-organisasi tersebut bersifat radikal yaitu bergerak
hanya untuk kepentingan melindungi daerahnya masing-masing.
Organisasi-organisasi tersebut dan kelompok lainnya, tidak hanya mencerminkan
adanya kegairahan baru untuk berorganisasi, tetapi juga mencerminkan kuatnya
identitas-identitas kesukuan dan kemasyarakatan yang terus berlangsung.
3. LAHIRNYA SUMPAH PEMUDA
Perkumpulan
pemuda didirikan juga untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia. pada 7 Maret
1915 perkumpulan pemuda pertama adalah Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia).
Cinta tanah air menjadi dorongan bagi berdirinya organisasi ini. organisasi ini
kemudian diganti namanya menjadi Jong Java yang orientasinya lebih luas dari
sekedar organisasi daerah. Lalu kemudian seiring berkembangnya rasa
nasionalisme kegiatan Jong java beralih ke politik. Dalam kongres yang
dilakukan di Solo pada tahun 1926, organisasi ini memiliki anggaran dasar yang
menyebutkan ingin menghidupkan rasa persatuan dengan seluruh bangsa Indonesia dan
bekerjasama dengan semua organisasi pemuda yang ada guna membentuk kesatuan
Indonesia.
Pada Kongres
Pemuda I, mei 1926 untuk pertama kalinya beberapa organisasi pemuda berhasil
dikumpulkan dalam sebuah kongres. Kongres ini dipimpin oleh M. Tabrani yang dihadiri Jong Java, Jong Sumatera, Jong
Ambon, Jong Minahasa, Jong Batak dan Jong Islamieten Bond. Dalam kongres ini
mereka telah sepakat untuk persatuan. Barulah pada 28 Oktober 1928 dalam
Kongres Pemuda II semua organisasi pemuda menjadi kekuatan nasional.kesepatan
tersebut diikuti dengan ikrar yang dinamai Sumpah Pemuda yang isinya mewakili
keinginan bersatu yaitu menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa
yaitu Indonesia.
Museum Sumpah Pemuda ini
terletak di kawasan senen tepatnya di Jl.Kramat Raya No.106 Jakarta Pusat.Lletak museum ini diapit
pertokoan dan bangunan lainnya. Museum sumpah pemuda buka dari selasa-jumat
08.00-15.00 WIB untuk hari senin dan minggu 08.00-14.00 WIB sedang khusus hari
sabtu dan hari libur nasional museum ini libur.
Jika Anda berkesempatan
mengunjungi museum ini, amatilah diorama-diorama yang ada di dalamnya.
Kemukakan pendapat Anda! Bagaimana menurut Anda? Apakah diorama-diorama
tersebut cukup membantu mengkomunikasikan suasana Kongres Pemuda II pada saat
itu?
![]() |
|||
![]() |
|||
Pada waktu Kongres Pemuda II berlangsung, dimunculkan
suasana merah putih dengan iringan lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman.
Sumpah Pemuda ini merupakan sebuah momentum yang
sangat penting karena sejak saat itu telah timbul suatu perasaan kebangsaan dan
perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan semakin nyata. Kongres Pemuda II menghasilkan
Sumpah Pemuda mendorong organisasi pergerakan nasional yang bersifat politik
untuk bersatu melawan pemerintah Hindia Belanda.
Dengan keyakinan bahwa perjuangan yang dilakukan
bersama akan lebih mudah untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia.

Tawuran antar pelajar SMA dewasa ini sudah tidak
asing lagi terjadi di tanah air. Pelajar SMA tersebut berkelahi hanya karena
masalah yang kecil yang kemudian dibesar-besarkan atas nama solidaritas.
Pertanyaannya apakah benar hal demikian dapat dikatakan solidaritas. Tidak
sedikit peajar tingkat menengah pertama maupun atas yang terlibat kasus
kriminal lainnya. Seperti narkoba, ataupun keterlibatan mereka dalam aksi geng
motor yang cenderung melakukan tindak kriminal. Apakah hal yang demikian dapat
mencerminkan seorang pelajar yang seharusnya menjadi “agent
of change” ( agen perubahan) untuk
membangun Indonesia menjadi lebih maju. Belajar dari masa lalu penting untuk
membangun masa depan yang lebih baik. Kesadaran masyarakat Indonesia pada saat
itu untuk membangun sebuah bangsa dan negara yang bebas dari penjajahan tak
lepas dari peran pemuda. Kini apa yang Anda dapat lakukan
di Abad ke-21 ini untuk membangun Indonesia?
Wh
Daftar
Pustaka
________.2011.
Melihat Jejak Sumpah Pemuda di Museum
Sumpah Pemuda.[Online]. Tersedia di https://pecintawisata.wordpress.com/tag/museum-sumpah-pemuda/ diakses
11 November 2014
Hakim, Cecep Lukmanul. 2011. Ringkasan Materi Sejarah Kelas XI IPS Semester 2.[Online]. Tersedia
di http://ilmuhumaniora.blogspot.com/2011/04/ringkasan-materi-sejarah-kelas-xi-ips.html diakses 11
November 2014
Pragiwaksono, Pandji. 2013. BERANI MENGUBAH. Yogyakarta:
Bentang
Ricklefs, M.C. 2008. SEJARAH INDONESIA MODERN 1200-2008.
Jakarta : Serambi
Supriatna, Nana. 2014. Advanced Learning History 2 Social Sciences Programme. Bandung:
Grafindo Media Pratama


0 komentar:
Posting Komentar