Sabtu, 22 November 2014

Materi Sejarah Kelas XI Peminatan


BERANI MENGUBAH : Pentingnya Peran Pemuda untuk Kemajuan Bangsa

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini diharapkan Anda dapat  Mengidentifikasi latar belakang kesadaran Indonesia sebagai suatu bangsa, Menganalisis peran Sumpah Pemuda bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia pada masa itu dan masa kini. Sehingga anda dapat menerapkan karakter bangsa Menjadi pribadi yang baik berdasarkan norma sosial dan agama, memilki jiwa nasionalisme, memiliki kemampuan dan kreativitas yang cerdas, memiliki sikap toleransi, memiliki sikap jujur, berani melawan kesewenang-wenangan,memiliki pemikiran yang visioner.
1. LATAR BELAKANG  PERGERAKAN NASIONAL
Kolonialisme membangkitkan nasionalisme. Interpensi orang-orang Eropa terhadap kehidupan politik, sosial, dan ekonomi negara-negara di wilayah Nusantara menjadikan awal Kolonialisme dan Imperialisme di Nusantara.  Pada tanggal 1 Januari 1800, VOC resmi dibubarkan. Wilayah-wilayah yang menjadi miliknya kini menjadi milik pemerintah Belanda. kebijakan-kebijakan pemerintah Belanda mulai diterapkan di Nusantara yang diberi nama Hindia Belanda. pemberontakan- pemberontakan terjadi karena kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Hindia Belanda pada saat itu.
Hal inilah yang  kemudian menyadarkan masyarakat Indonesia sebagai satu kesatuan.  Mereka harus lepas dari kebijakan-kebijakan para penjajah yang sangat merugikan rakyat denganbertindak sewenang-wenang.
a. Memiliki Lawan Yang Sama
Sistem penjajahan Belanda yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan manusia Indonesia serta sewenang-wenang terhadap warga pribumi telah menyadarkan adanya kolonialisme dan imperialisme Barat. Pemberontakan-pemberontakan terjadi di setiap daerah di Indonesia. Pemberontakan tersebut pada awalnya adalah untuk memepertahankan daerahnya saja. Namun dalam  perkembangannya setiap orang di daerah tersebut menyadari bahwa mereka memiliki musuh yang sama yaitu pemerintahan Belanda.
Lukisan Sisingamangaraja XII berdasarkan lukisan yang dibuat oleh Augustin Sibarani, kemudian tercetak di uang Rp 1.000













Sisingamangaraja XII adalah tokoh perlawanan di Tapanuli. Sisingamangaraja khawatir jika perseberan agama kristen oleh Belanda akan merobohkan struktur tradisional dan kesatuan negeri yang telah lama ada.
Bagaimana menurut Anda mengenai tindakan Sisingamangarja XII tersebut?
Carilah beberapa perlawanan yang dilakukan di berbagai daerah! Pilihlah dari sekian perlawanan tersebut yang kemudian menarik untuk Anda diskusikan di kelas!

b. Kebijakan Belanda “Politik Etis”
Pada awal abad XX, kebijakan penjajahan Belanda mengalami perubahan arah yang paling mendasar. Eksploitasi terhadap Indonesia mulai kurang dijadikan sebagai alasan utama kekuasaan Belanda, kebijakan digantikan dengan pernyataan-pernyataan keprihatinan atas kesejahteraan bangsa Indonesia. Kebijakan ini dinamakan “politik etis”.  Meliputi tiga prinsip yang mendasar yaitu pendidikan, pengairan, dan  perpindahan penduduk.
Dampak politis etis dalam bidang pendidikan  membuka timbulnya lapisan inteligensia muda di berbagai bidang ilmu pengetahuan.  Perkembangan-perkembangan pokok selanjutnya adalah munculnya ide-ide baru mengenai organisasi  serta dikenalnya definisi-definisi baru tentang identitas. Ide baru tentang tentang organisasi meliputi bentuk-bentuk kepemimpinan  yang baru, sedangkan definisi baru mengenai identitas meliputi analisis yang lebih mendalam tentang lingkungan agama, sosial, politik dan ekonomi.
c. Munculnya Organisasi-Organisasi Pemuda
Lahirnya kelompok terpelajar Indonesia yang memperoleh pendidikan Barat memiliki persamaan derajat. Semangat ini yang kemudian berkembang menjadi gerakan politik yang sifatnya nasional. Tindakan pemerintah kolonial yang semakin represif seperti penangkapan tokoh-tokoh nasionalis telah menimbulkan gerakan nasional untuk memperoleh kebebasan berbicara, berpolitik, serta menentukan nasib sendiri tanpa dicampuri pemerintah kolonial Belanda.
Qoutes:
“Semakin kita buta politik, semakin mereka memanfaatkan kebutaan kita”
-Pandji Pragiwaksono
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata “Politik”? beberapa orang pasti menjawab. Bahwa politik itu kotor. Tapi bagaimana akibatnya jika pemuda buta politik? Kemukakan pendapat Anda!


2.  GERAKAN DAN ORGANISASI-ORGANISASI PEMUDA
Budi Utomo
Organisasi ini lahir di Batavia pada tanggal 20 Mei 1908 (Hari Kebangkitan Nasional) atas prakarsa dari mahasiswa-mahasiswa S.T.O.V.I.A (School Tot Opleiding van Indische Arsten). Organisasi ini muncul karena dilatarbelakangi oleh inisiatif Dr. Wahidin Sudirohusodo yang bangkit untuk memberikan pengajaran kepada orang Jawa dengan menghimpun dana dari tiap daerah di Jawa (study found).
Tokoh-tokoh:
·         Dr Wahidin Sudirohusodo
·         dr Sutomo
·         Tjipto Mangunkusumo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHSwT36J-cFjcgiYaVWagHkevAx1ow65vwIZrxtgAfZsc7XXwtlmf9Gh2_GQE3tPyx7vjplq_52jF6HraHvcju0njZhOZHE3gKcqDKsb11jVINYFq5yBAwtpu9L7pFF4OZAaEhZUwoeaZX/s1600/soetomo+wpap.jpg

Organisasi ini bersifat kedaerahan (etnosentris) hanya ditujukan untuk mahasiswa Jawa ataupun kalangan priyayi Jawa sehingga kurang mendapatkan tempat di hati orang Indonesia pada waktu itu. Pergerakan organisasi ini koopertif, melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah kolonial Belanda.

Sarekat Dagang Islam
Organisasi ini dibentuk di kota Solo oleh pedagang batik yaitu Haji Samanhudi pada tahun 1911. Organisasi ini bersifat nationalistis-democratis-religieus-economis. Latar belakang muncul dan berkembangnya SDI ini adalah:
·         Perdagangan bangsa Tionghoa adalah suatu halangan buat perdagangan Indonesia karena monopoli bahan batik, ditambah pula dengan tingkah laku sombong dari bangsa Tionghoa sesudah revolusi di Tiongkok
·         Kemajuan gerak langkah penyebaran agama Kristen dan juga ucapan-ucapan yang menghina dalam parlemen Negeri belanda tentang tipisnya kepercayaan agama bangsa Indonesia
·         Cara adat lama yang terus dipakai di daerah kerajaan-kerajaan Jawa, makin lama makin dirasakan sebagai penghinaan terhadap umat Islam
Nama SDI dirubah menjadi Sarekat Islam (SI) dengan tujuan untuk memperluas daerah pergerakan supaya tidak terbatas pada golongan pedagang saja. Anggaran Dasar SI menyebutkan tujuan dari Sarekat Islam :
“Mencapai kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan, persatuan dan tolong menolong diantara kaum Muslimin semuanya. “
“memajukan semangat dagang bangsa Indonesia, memajukan kecerdasan rakyat dan hidup menurut perintah agama, menghilangkan faham-faham keliru tentang agama Islam.”
Sifat pergerakan dari SI ini adalah kooperatif dan tidak bereaksi melawan pemerintah Belanda. Walaupun begitu, dengan agama Islam sebagai lambang persatuan. (Kongres Sarekat Islam I 26 Januari 1913 di Surabaya).
SI adalah organisasi kerakyatan dan hanya diperuntukan bagi rakyat biasa, pegawai pemerintah Belanda tidak diperbolehkan menjadi anggota. Anggota haruslah rakyat biasa yang beragama Islam dan orang pribumi (Kongres Sarekat Islam II di Solo).
Dalam tahun 1915 di Surabaya didirikan Central Sarekat Islam (C.S.I) dengan tujuan untuk memajukan dan membantu S.I daerah, mengadakan dan memelihara perhubungan dan pekerjaan berasama.  
Kongres Nasional S.I ke 3 di Surabaya (29 September-6 Oktober 1918) telah merubah haluan pergerakan menjadi cenderung kiri yang membela kaum buruh dan menentang kapitalisme. Dalam kongres ini diputuskan bahwa S.I menentang pemerintah sepanjang tindakannya melindungi kapitalisme; pegawai negeri Indonesia dikatakan adalah alat, penyokong kepentingan kapitalis. Selain itu S.I juga menuntut mengadakan peraturan-peraturan sosial guna kaum buruh, untuk mencegah penindasan dan perbuatan kesewenang-wenangan (upah minimum, maksimum waktu kerja dl). Ini ditimbulkan karena adanya infiltrasi orang-orang berfaham sosialis seperti Alimin, Semaun, Darsono, Tan Malaka dan lainnya yang berasal dari Indische Social Democratische Vereeniging (I.S.D.V) yang nantinya berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (P.K.I) yang masuk menjadi anggota S.I. Dengan sifat pergerakan yang berubah, maka S.I sangat terbuka kepada orang-orang yang berfaham kiri untuk menjadi anggota bahkan menjadi pengurusnya. Sehingga timbul reaksi dari anggota S.I lain untuk membersihkan S.I dari unsur-unsur sosialis komunis lewat Kongres Nasional S.I ke 6 di Surabaya (10 Oktober 1921) dipimpin oleh Tjokroaminoto untuk membentuk disiplin partai dengan menyamakan dasar perjuangan. Oleh karena itu maka orang tidak mungkin lagi menjadi anggota S.I sekaligus mejadi anggota P.K.I.

Indische Partij
Organisasi ini didirikan di Bandung atas prakarsa tiga tokoh populer yang biasa disebut tiga serangkai yaitu Douwes Dekker (Setyabudi Danudirjo), dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Sifat dari organisasi ini radikal dan progresif dengan menyatakan sebagai partai politik.
Keanggotaan Indische Partij adalah terbuka untuk semua golongan baik orang Eropa dan keturunannya yang tinggal di Hindia Belanda (Indo), orang Belanda keturunannya (Indo), orang Tionghoa dan keturunannya dan orang pribumi.
Tujuan : Indie Merdeka
Dasar : National Indie
Semboyan : Indie untuk Indier
Bendera : warna dasar hitam (menunjukan warna kulit orang Indonesia), satu pojoknya diberi garis-garis hijau (yang berarti pengharapan baik dimasa mendatang), merah (yang berarti keberanian) dan biru (yang berarti kesetiaan)
Dikarenakan sifat dari pergerakan ini radikal, maka pemerintahan kolonial membuang (mengasingkan) ke tiga tokohnya dengan tuduhan akan mengadakan pemberontakan pada bulan Agustus 1913.
·         Douwes Dekker diasingkan ke Timor Kupang
·         Tjipto Mangunkusumo diasingkan ke Banda
·         Suwardi Suryaningrat diasingkan ke Bangka
Namun ketiganya meminta untuk diasingkan ke negeri Belanda, permintaan ini dikabulkan oleh pemerintah Belanda.
Recomended
 http://pandji.com
Buku “Berani Mengubah”karya Pandji Pragiwaksono ini sangat baik dibaca oleh Anda. Buku ini memotivasi pemuda Indonesia untuk melakukan perubahan. Salah satu judul bab di buku ini adalah  “bersatu bukan jadi satu”. Setelah melihat judul bab yang terdapat di buku tersebut coba Anda komentari judul bab “ bersatu bukan jadi satu” itu? Kaitkanlah hal tersebut dengan materi dalam bab ini!


Organisasi-organisasi kedaerahan lainnya
Pada  masa sesudah sekitar tahun 1909, di seluruh Indonesia banyak bermunculan organisasi-organisasi baru di kalangan elite terpelajar, yang sebagian besar didasarkan atas identitas-identitas kesukuan.  Para mahasiswa STOVIA di Batavia, tempat Budi Utomo lahir pada 1908, juga menghasilkan organisasi-organisasi, meliputi Tri Koro Dharmo (1915) yang di tahun 1918 menjadi Jong Java “pemuda Jawa” , Jong Sumatranen Bond (1917), Studerenden Vereeniging Minahasa (1918), dan Jong Ambon (1918). Organisasi-organisasi lain yang semacam itu terdiri atas Sarekat Ambon (1920), Pasundan (1914). Organisasi-organisasi tersebut bersifat radikal yaitu bergerak hanya untuk kepentingan melindungi daerahnya masing-masing. Organisasi-organisasi tersebut dan kelompok lainnya, tidak hanya mencerminkan adanya kegairahan baru untuk berorganisasi, tetapi juga mencerminkan kuatnya identitas-identitas kesukuan dan kemasyarakatan yang terus berlangsung.
3. LAHIRNYA SUMPAH PEMUDA
Perkumpulan pemuda didirikan juga untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia. pada 7 Maret 1915 perkumpulan pemuda pertama adalah Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia). Cinta tanah air menjadi dorongan bagi berdirinya organisasi ini. organisasi ini kemudian diganti namanya menjadi Jong Java yang orientasinya lebih luas dari sekedar organisasi daerah. Lalu kemudian seiring berkembangnya rasa nasionalisme kegiatan Jong java beralih ke politik. Dalam kongres yang dilakukan di Solo pada tahun 1926, organisasi ini memiliki anggaran dasar yang menyebutkan ingin menghidupkan rasa persatuan dengan seluruh bangsa Indonesia dan bekerjasama dengan semua organisasi pemuda yang ada guna membentuk kesatuan Indonesia.

Pada Kongres Pemuda I, mei 1926 untuk pertama kalinya beberapa organisasi pemuda berhasil dikumpulkan dalam sebuah kongres. Kongres ini dipimpin oleh M. Tabrani  yang dihadiri Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Batak dan Jong Islamieten Bond. Dalam kongres ini mereka telah sepakat untuk persatuan. Barulah pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II semua organisasi pemuda menjadi kekuatan nasional.kesepatan tersebut diikuti dengan ikrar yang dinamai Sumpah Pemuda yang isinya mewakili keinginan bersatu yaitu menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.
Museum Sumpah Pemuda ini terletak di kawasan senen tepatnya di Jl.Kramat Raya No.106 Jakarta Pusat.Lletak museum ini diapit pertokoan dan bangunan lainnya. Museum sumpah pemuda buka dari selasa-jumat 08.00-15.00 WIB untuk hari senin dan minggu 08.00-14.00 WIB sedang khusus hari sabtu dan hari libur nasional museum ini libur.
Jika Anda berkesempatan mengunjungi museum ini, amatilah diorama-diorama yang ada di dalamnya. Kemukakan pendapat Anda! Bagaimana menurut Anda? Apakah diorama-diorama tersebut cukup membantu mengkomunikasikan suasana Kongres Pemuda II pada saat itu?





Text Box: Diorama



 



















Pada waktu Kongres Pemuda II berlangsung, dimunculkan suasana merah putih dengan iringan lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman.
Sumpah Pemuda ini merupakan sebuah momentum yang sangat penting karena sejak saat itu telah timbul suatu perasaan kebangsaan dan perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan semakin nyata. Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah Pemuda mendorong organisasi pergerakan nasional yang bersifat politik untuk bersatu melawan pemerintah Hindia Belanda.
Dengan keyakinan bahwa perjuangan yang dilakukan bersama akan lebih mudah untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia.

Tawuran antar pelajar SMA dewasa ini sudah tidak asing lagi terjadi di tanah air. Pelajar SMA tersebut berkelahi hanya karena masalah yang kecil yang kemudian dibesar-besarkan atas nama solidaritas. Pertanyaannya apakah benar hal demikian dapat dikatakan solidaritas. Tidak sedikit peajar tingkat menengah pertama maupun atas yang terlibat kasus kriminal lainnya. Seperti narkoba, ataupun keterlibatan mereka dalam aksi geng motor yang cenderung melakukan tindak kriminal. Apakah hal yang demikian dapat mencerminkan seorang pelajar yang seharusnya menjadi  agent of change”  ( agen perubahan) untuk membangun Indonesia menjadi lebih maju. Belajar dari masa lalu penting untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kesadaran masyarakat Indonesia pada saat itu untuk membangun sebuah bangsa dan negara yang bebas dari penjajahan tak lepas dari peran pemuda. Kini apa yang Anda dapat lakukan di Abad ke-21 ini untuk membangun Indonesia?





Wh
Daftar Pustaka
________.2011. Melihat Jejak Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda.[Online]. Tersedia di https://pecintawisata.wordpress.com/tag/museum-sumpah-pemuda/  diakses  11 November 2014
Hakim, Cecep Lukmanul. 2011. Ringkasan Materi Sejarah Kelas XI IPS Semester 2.[Online]. Tersedia di http://ilmuhumaniora.blogspot.com/2011/04/ringkasan-materi-sejarah-kelas-xi-ips.html diakses 11 November 2014
Pragiwaksono, Pandji. 2013. BERANI MENGUBAH.  Yogyakarta: Bentang
Ricklefs, M.C. 2008. SEJARAH INDONESIA MODERN 1200-2008. Jakarta : Serambi
Supriatna, Nana. 2014. Advanced Learning History 2 Social Sciences Programme. Bandung: Grafindo Media Pratama

0 komentar:

Posting Komentar