Seperti lukisan lukisan tangan di AbrisSouche roche segala hal
tentangmu
Tintanya alami begitu lama melekat puluhan sampai jutaan tahun
bahkan ratusan tahun ataupun puluhan abad..
Walaupun dalam gelap namun masih tetap jelas terlihat..
Akulturasi kebudayaanku denganmu menjadikan aku yang sekarang
ini
Yang entah bisa atau tidak menerima unsur budaya lain lagi..
atau aku harus menerapkan politik Sakoku?
Andaikan aku wayang
Seperti Gareng yang Nalagreng
Seperti Bagong yang Bagho
Hanyalah seorang dalang yaitu Dala yang aku butuhkan..
Anggap saja aku fosil..
Mungkin hanya sebuah fosil Cambrium pada zaman Paleozoikum
Bahkan mungkin dimatamu aku hanya Kjokken Modinger
Tapi kau ingat?
Bagaimana Koeningswald menggali kembali fosil-fosil
Pithecantropus Arkaik, Dubois meneliti Pithecantropus Erectus, Teuku Jacob
memperdebatkan Homo Soloensis..
Mereka melakukannya bukan tanpa kesungguhan, bukan tanpa alasan,
bukan tanpa ketidakpastian, bukan tanpa perjuangan, dan bukan tanpa penuh
interpretasi..
Terlepas dari dimana fosil itu ditemukan.. Pleistosen atas,
Pleistosen tengah bahkan pleistosen bawah sekalipun..
Betapa berharganya fosil-fosil itu setelah berabad abad lamanya
dikubur secara sengaja atau terkubur
secara alami.. hingga perlu dicari dan digali kembali..
Anggap saja cerita kita adalah sebuah folklore yang akan aku
ceritakan kembali pada anak cucuku nanti
Entah sebagai mitos, legenda atau dongeng belaka...
Dari terbentuknya danau purba hingga berubah menjadi kota..Kau
tahu langitnyalah yang tetap sama..
Sebelum Kau berdiri disini hingga kau berdiri di sini di bawah
langit ini.. Kau tahu langit ini masih sama..
Bahkan jika kau akan beranjak pergi dari bawah langit ini..
tentulah aku tentulah langit keduanya akan tetap sama..
0 komentar:
Posting Komentar